Samosir (SIB) -Sat Reskrim Polres Samosir menggelar press release di halaman Mapolres, Senin (29/10) terkait tewasnya satu keluarga di Onan Runggu, Samosir.
Dalam paparannya, Kapolres Samosir melalui Kasat Reskrim, AKP Jonser Banjarnahor menyampaikan, penyebab peristiwa tersebut karena faktor ekonomi yang berujung terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, peristiwa bermula dari uang tuak dipegang istrinya Rosalina Gultom (28), sehingga suaminya JS (31) merasa kesal.
Selanjutnya, JS cekcok dengan istrinya. Saat itu JS juga sedang minum tuak. Sementara istrinya bersungut-sungut kepada JS menggunakan bahasa isyarat (tuna wicara), sembari masuk ke kamar bersama kedua anaknya.
Setelah istri dan anak-anaknya, RS (3) dan FS (2) tidur di kamar, JS pun menghabisi nyawa istri dan kedua anaknya. Sebelumnya, JS yang sudah dalam pengaruh tuak emosi atas perdebatan dengan istrinya. Sebelumnya, pada April lalu, JS juga menampar istrinya hingga pulang ke rumah orangtuanya. JS pun berjanji kepada pihak keluarga, dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
Setelah membantai istri dan kedua anaknya, lanjutnya, JS pergi ke kamar mandi karena racun yang diminumnya mulai bereaksi di tubuhnya. JS yang diduga kepanasan membuka seluruh pakaiannya dan tewas dengan posisi telungkup tanpa sehelai pakaian.
"Dari hasil olah TKP dan keterangan para saksi, kami meyakini pelaku JS memiliki sifat temperamental. Kejadian ini juga bukan pembunuhan berencana," katanya. (H06/q)