Peringati Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Ajak Masyarakat Tebingtinggi Tidak Gunakan Kantongan Plastik

- Kamis, 01 November 2018 19:02 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir112018/hariansib_Peringati-Hari-Lingkungan-Hidup--Wali-Kota-Ajak-Masyarakat-Tebingtinggi-Tidak-Gunakan-Kantongan-Plastik.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Humala Siagian
PECAHKAN GUCI : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Pj Sekdako Marapusuk Siregar memecahkan guci sebagai doa agar becak motor bantuan kementrian bisa digunakan untuk kebersihan kota, Rabu (31/10).

Tebingtinggi (SIB) -Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, persoalan sampah plastik masih menjadi masalah serius yang harus dihadapi bersama. Persoalan tersebut bisa cepat tuntas bila didukung seluruh masyarakat Tebingtinggi.

Hal itu dikatakan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Habitat Sedunia dan Hari Perumahan Nasional 2018, Rabu (31/10), di TPA Tebingtinggi.

Dia menjelaskan, sampah plastik dalam tanah dapat membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing, begitu juga PCB (Polychlorinated Biphenyl) tidak dapat terurai meskipun dimakan binatang dan akan menjadi pembunuh berantai sesuai urutan rantai makanan.

Selain itu, plastik dapat mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah dan mengganggu kesuburan tanah karena dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah. "Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir," katanya.

Umar menambahkan, lingkungan hidup memerlukan dimensi ukuran agar udara tidak tercemar. Oleh karena itu, Hari Lingkungan Hidup merupakan satu hari yang harus disadari untuk menjaga lingkungan dengan sebaik-baiknya, mengurangi tingkat polusi udara, air maupun polusi di daratan.

Terkait Hari Habitat, Umar mengajak semua pihak menjaga bagian kehidupan mulai dari hulu sampai hilir. "Bagaimana kita menjaga habitat lingkungan hidup dengan tidak sembarangan menggunakan lahan untuk pembangunan. Semua harus ada aturannya," katanya.

Mengenai Hari Perumahan Nasional, Umar mengharapkan warga membangun rumah yang layak huni, sehat dan memenuhi standar. Dia juga mengingatkan tidak membangun rumah yang atapnya berat sementara pondasinya tidak kuat.

Pada acara itu juga diberikan penghargaan bagi pemenang lomba Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan bantuan rumah swadaya program BRS tahun 2018 tahap II, serah terima becak motor dari Lingkungan Hidup ke Kecamatan Rambutan, serta pemberian penghargaan kepada perusahaan yang berwawasan lingkungan hidup. (BR3/h)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Satlantas Polres Tanjungbalai Sosialisasikan Ops Keselamatan Toba 2026

Martabe

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Martabe

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Martabe

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Martabe

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Martabe

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat