Simalungun (SIB) -Hampir setahun belakangan, ketersediaan premium tidak ada lagi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di sekitar kota Perdagangan, Kecamatan Bandar. Namun, warga masih bisa mendapatkan premium di pedagang BBM eceran.
Pantauan di lapangan, di setiap SPBU Perdagangan dan SPBU Bandar Sawah Perdagangan, saat ditanya semuanya mengaku tidak menyediakan BBM jenis premium. Namun pengendara sepeda motor masih mendapatkan BBM jenis premium di pedagang BBM eceran di sekitar kota Perdagangan. Karena harga BBM jenis premium lebih murah, di mana dijual di tingkat pedagang eceran harganya Rp9.000 perliter. Untuk pertalite Rp10.000/liter dan pertamax Rp11.000/liter.
Saat salah satu pihak SPBU yang ada di sekitar kota Perdagangan dikonfirmasi, Indra mengatakan, bahwa SPBU Perlanaan sudah hampir setahun lebih tidak menyediakan BBM jenis premium. "Dan untuk harga BBM di SPBU untuk jenis pertalite Rp 7800/liter, pertamax Rp 10.400/liter. Dan BBM jenis premium menurut informasi harga SPBU Rp 6.450/liter," ucapnya, Minggu (4/11).
Dengan ini, Bilmar Sagala salah satu tokoh masyarakat kota Perdagangan, Minggu (4/11) mengatakan, sebenarnya ia heran juga, mengapa BBM jenis premium tidak ada di SPBU di sekitar kota Perdagangan, tapi mudah didapatkan di tingkat pedagang eceran. "Berarti pedagang eceran minyak premium mendapatkan premium dari luar daerah," ucapnya.
Bila pedagang mendapatkan BBM jenis premium dari luar daerah, maka harga pastinya jadi lebih mahal dari semestinya. Ini mengingat biaya transportasi pedagang untuk membeli minyak di SPBU.
Seharusnya dalam hal ini, pihak terkait harus memperhatikan ketersediaan BBM jenis premium di SPBU di sekitar kota Perdagangan. Di mana masyarakat masih banyak yang membutuhkan premium, melihat harganya lebih murah. Karena seperti saat ini, masyarakat Perdagangan bisa dikatakan rugi, karena membeli BBM jenis premium lebih mahal dari semestinya.
"Coba BBM premium tersedia di SPBU yang ada di sekitar kota Perdagangan, pastinya sudah memudahkan masyarakat dari harga dan ketersediaan. Karena bila di tingkat pedagang eceran ketersediaan pasti lebih terbatas," jelasnya. (D09/q)