Humbahas (SIB) -Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Workshop Pelatihan Pemandu Arung Jeram bagi warga Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), untuk mendorong adanya operator arung jeram di Baktiraja dengan memanfaatkan potensi Sungai Aek Silang dan Aek Simangira yang ada di daerah itu.
Kegiatan itu bertujuan untuk mengemas Sungai Aek Silang menjadi salah satu tempat atraksi wisata di Danau Toba dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, khususnya Baktiraja Humbahas.
Hadir pada acara pembukaan, staf kementerian pariwisata Andi Marpaung serta Kadis Pariwisata yang diwakili oleh Sekdis Nancy Banjarnahor.
Kepala Dinas Pariwisata melalui Kabid Promosi dan Kelembagaan Barton Naibaho kepada wartawan baru-baru ini mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung selama delapan hari, 3-10 November 2018 lalu dengan menghadirkan pelatih/instruktur dari Songa Adventure Malang, Jawa Timur.
"Pelatihnya, bapak Mohammad Gazali dan pak Aris. Mereka adalah instruktur profesional yang sengaja didatangkan dari Malang," ujar Barton.
Barton menjelaskan, para peserta dilatih teknik arung jeram jenis rafting dan funrafting untuk mengarungi sungai dengan mengandalkan keterampilan dan kekuatan fisiknya untuk mendayung perahu karet. Untuk jenis rafting dilakukan di Aek Silang, funrafting di Aek Simangira. Sementara untuk start dimulai dari Desa Siunong-unong Julu dan petualangan akan berakhir di Danau Toba.
Barton mengaku sangat optimis, dengan adanya kegiatan itu akan mampu mendongkrak para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Baktiraja. Apalagi, Aek Silang langsung bermuara ke Danau Toba. Oleh karenanya, dia mengajak semua pihak untuk bersama sama terus menggali potensi wisata yang terdapat di Baktiraja.
"Selama ini Aek Silang belum masuk dalam paket wisata. Kalaupun ada yang melakukan arung jeram, mereka dari luar daerah kita. Padahal, ini bisa dikemas dan ditawarkan sebagai atraksi paket wisata untuk wisatawan," pungkasnya. (BR8/d)