Rantauprapat (SIB) -Ribuan kendaraan "dipaksa" masuk ke markas Polres Labuhanbatu oleh polisi dari Satuan Lalulintas yang menggelar Operasi Zebra 2018 di depan Mapolres, Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Sabtu (10/11) malam. Pada razia yang digelar mulai pukul 20:00 WIB hingga pukul 22:00 WIB itu, membuat ribuan pengendara mencari jalan lain menghindari razia malam itu.
Pantauan SIB, pada razia itu, seluruh kendaraan yang melintas dari Jalan MH Thamrin diwajibkan masuk ke halaman Polres. Di dalam Polres, polisi lalulintas memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor pengendara. Pengendara sepedamotor atau membonceng penumpang tidak menggenakan helm, langsung ditilang.
"Wajib masuk. Masuk! Masuk! Masuk! Di dalam diperiksa," sebut anggota polisi yang "memaksa" pengendara masuk ke markas Polres.
Dalam markas polisi itu, pengendara ada yang diperiksa 2 kali, dan 3 kali. Ada juga yang sampai 4 kali diperiksa oleh polisi yang berbeda.
"Ada operasi Zebra," kata Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Sonny Harsono dan para Kanit juga ikut dalam operasi ini sembari mememeriksa kelengkapan surat kendaraan dan memberi nasihat kepada para pengemudi agar berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan.
Sonny Harsono meminta pengendara perjalanan jauh, apabila ngantuk agar beristirahat di tempat-tempat yang aman dan nyaman. Mengtamakan keselamatan dan keluarga.
AKP Sonny menyebut, sejak Operasi Zebra 2018 dimulai 30 Oktober sampai 9 November 2018, pihaknya telah menindak 2.488 pengendara. Namun yang ditindak pada razia malam itu belum ditotal.
"Kalau sudah kita tertibkan pelanggaran, diharapkan tidak terjadi kecelakaan. Karena kecelakaan itu bermula dari pelanggaran," sebut Kasat.
Operasi Zebra ini, tambah Kasat, memiliki rumus 20, 20, 60. Yaitu, 20% untuk preemtif, 20% preventif dan 60% represif (penindakan).
"Menjelang operasi lilin, semuanya diharapkan sudah tertib, tidak ada kecelakaan, dan tidak ada pelanggaran yang signifikan yang berdampak pada kecelakaan," harapnya.
Pengendara dinilai belum sepenuhnya disiplin. Mengenai tingkat kedisiplinan, Kasat Lantas menilainya relatif.
"Kita sampaikan pun, masih saja terjadi pelanggaran. Jadi memang harus dipedomani bahwasannya tertib berlalu lintas itu menjadi kebutuhan, bukan hanya saat operasi zebra saja, namun juga harus diimplementasikan dalam keseharian," pintanya kembali. (BR6/l)