Pembangunan Lods Pasar Berbiaya Belasan Miliar Rupiah di Agara Terkesan Dipaksakan

- Kamis, 15 November 2018 19:24 WIB

Kutacane (SIB) -Pembangunan lods pasar di Kecamatan Tanoh Alas dan Babul Rahmah Kabupaten Aceh Tenggara berbiaya belasan miliar rupiah yang bersumber dari dana APBN 2018 terkesan dipaksakan.

Pasalnya, meski telah memasuki penghujung tahun 2018, proyek pembangunan pasar di dua kecamatan itu  baru dimulai beberapa hari yang lalu. Beberapa warga merasa aneh melihat terlambatnya pembangunan proyek pasar yang pembangunannya diserahkan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tenggara tersebut.

"Secara normal, proyek itu jelas tidak akan bisa diselesaikan akhir tahun 2018 ini, karena waktunya hanya sebulan setengah lagi," ujar warga Kutacane yang minta jati dirinya tak ditulis.

Bahkan, jika pun dipaksakan, dipastikan kualitasnya asal jadi dan tak sesuai bestek, karena yang diburu waktu penyelesaiannya, sedangkan kualitasnya pasti dinomorduakan, akibatnya baru beberapa bulan selesai dikerjakan, dipastikan akan banyak bangunan proyek yang rusak karena kualitasnya terbilang rendah.

Yang namanya rekanan, pasti selalu bersedia dan siap menyelesaikan pekerjaan pembangunan lods pasar di Kecamatan Tanoh Alas dan Babul Rahmah itu, karena berkaitan erat dengan keuntungan, namun akhirnya kualitas pekerjaan yang dikurangi, jika disesuaikan limit waktu, jelas tidak akan selesai, apalagi dananya menelan belasan miliar rupiah.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tenggara, Irvan Iskandar kepada SIB,  Rabu (14/11) membenarkan, telatnya pelaksanaan pembangunan proyek pembangunan lods pasar Tanoh Alas dan Babul Rahmah.

"Selaku Kuasa Pengguna Anggaran, secara lisan dan tulisan, saya telah menegur rekanan agar mempercepat proses dan tahapan pembangunan Lods Pasar di kecamatan Tanoh Alas dan Babul Rahmah, namun baru Kamis minggu lalu dilakukan penarikan dana sebesar 10 persen dan Senin kemarin pembangunannya dimulai," ujar Irvan Iskandar.

Untuk dua proyek pembangunan pasar di dua kecamatan tersebut, besarnya anggarannya mencapai belasan miliar, dengan rincian masing-masing paket bernilai Rp5 miliar lebih. (Dik-AM/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pria 41 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Parapat

Martabe

Pelajar SMP Tewas Disambar Kereta Api di Medan Denai

Martabe

Nyaris Bentrok, Ratusan Mahasiswa Demo Minta Walikota Medan Jangan Jadi Budak Oligarki

Martabe

Anggota DPRD Deliserdang Sesalkan Tukar Uang Rupiah Baru di Lapangan Merdeka Medan Pasang Tarif 30 Persen

Martabe

Polres Labuhanbatu Musnahkan Sabu 30 Kilo dan 29.826 Butir Ekstasi

Martabe

PMI Medan dan Palang Merah Amerika Paparkan Program Ketahanan Panas