Dikerjakan Tahun Lalu Berbiaya Rp 14 Miliar Lebih

DPRDSU Ultimatum BBPJN Perbaiki Proyek Bronjong Jalan Batas Karo-Dairi yang Ambruk

- Kamis, 15 November 2018 19:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir112018/hariansib_DPRDSU-Ultimatum-BBPJN-Perbaiki-Proyek-Bronjong-Jalan-Batas-Karo-Dairi-yang-Ambruk.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Firdaus Peranginangin
AMBRUK: Proyek pembangunan bronjong di badan jalan nasional perbatasan Karo- Dairi persisnya di Km 103 ‟Pintu Angin‟ yang anggarannya bersumber dari APBN TA 2017, baru selesai dikerjakan kini sudah ambruk alias longsor kembali.

Medan (SIB) -Anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat Leonard S Samosir SH "mengultimatum" Satker Wilayah I BBPJN (Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional) untuk segera memperbaiki proyek bronjong Jalan Nasional batas Kabupaten Karo - Dairi persisnya di sekitar Km 103 kawasan Pintu Angin berbiaya Rp14,17 miliar yang baru dikerjakan pada 2017 tapi sudah ambruk.

"Kami beri batas waktu hingga pertengahan Desember 2018 ini kepada Satker Wilayah I BBPJN untuk memperbaiki sampai tuntas proyek bronjong yang ambruk di kawasan Pintu Angin, jika tidak, kami akan mengadukan persoalan ini ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Jakarta," ujar Leonard Samosir kepada wartawan, Rabu (14/11) di DPRD Sumut sebelum berangkat ke Jakarta.

Politisi Partai Golkar ini mengaku sangat kesal terhadap rekanan yang mengerjakan proyek bronjong tersebut, karena belum ada satu tahun, proyek yang anggarannya bersumber dari APBN TA 2017 ini sudah ambruk di 4 titik persisnya di Km 103 dengan kedalaman sekira 20-30 meter.

Dari pengamatan anggota Komisi D ini, bronjong yang sudah ambruk ke jurang terlihat berserakan bersama batu dan jaring kawat, sehingga sangat rawan bagi setiap kenderaan yang melintas. Apalagi waktu hujan atau malam hari, pengendara sama-sekali tidak mengetahui adanya badan jalan yang sudah dibronjong ambruk kembali.

Seperti diketahui, ujar Leonard, semenjak proyek bronjong untuk menahan jalan itu ambruk, ada berdiri tenda darurat sebagai pos penjagaan oleh warga sekitar untuk mengatur arus lalu-lintas dengan sistem buka-tutup jalan, agar kendaraan tidak terjadi kemacetan sekaligus menghindari kendaraan masuk jurang.

"Tapi yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan, di sekitar bronjong yang ambruk ada sejumlah titik badan jalan yang kelihatan retak-retak, sehingga kita mengultimatum Satker Wilayah I BBPJN untuk memperbaikinya paling lama sudah selesai pertengahan Desember 2018, agar tidak mengganggu masyarakat merayakan Hari Natal dan Tahun Baru," katanya.

Perintahkan

Menanggapi ultimatum Leonard Samosir, Kepala BBPJN yang diwakili Herison berjanji segera memerintahkan rekanan untuk memperbaiki proyek bronjong yang sudah ambruk, sebab selama dua tahun selesai proyek masih tanggungjawab rekanan dalam pemeliharaannya.

"Kita akan segera tangani dan secepatnya menyampaikan masalah ini kepada rekanan yang mengerjakan proyek," ujar Herison dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Sumut, Selasa (13/11)  membahas rencana pembangunan Jalan Tol Medan - Berastagi. (A03/q)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Satlantas Polres Tanjungbalai Sosialisasikan Ops Keselamatan Toba 2026

Martabe

Ekspor Sumut 2025 Tumbuh 14,78 Persen, Tiongkok Masih Tujuan Utama

Martabe

Ops Keselamatan Toba, Satlantas Gelar Patroli Sore di Tanjungbalai

Martabe

Plt Kajari Deliserdang Harap PWI Tetap Jadi Mitra Strategis

Martabe

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Martabe

Sentimen MSCI dan Bursa Asia Angkat Pasar, Rupiah, IHSG Hingga Emas Kompak Menguat