Setahun Tidak Difungsikan, Pasar Induk Tebingtinggi Berbiaya Rp 1,4 M Terbengkalai

* Kadis Perindag : Pembangunan akan Dilanjutkan di 2019
- Jumat, 16 November 2018 16:47 WIB

Tebingtinggi (SIB) -Pasar Induk Kota Tebingtinggi yang  terletak di Jalan AMD, Kelurahan Lubuk Baru, Kacamatan Padang Hulu yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017 sebesar Rp 11,4 M, kini kondisinya sangat memprihatinkan alias terbengkalai. Hal itu ditandai dengan banyaknya semak belukar yang tumbuh subur menghiasi halaman pasar tersebut. 

Informasi dihimpun SIB, pasar yang sudah rampung dibangun sejak setahun lalu oleh PT Airan Hidup Jaya itu hingga kini belum ada tanda-tanda untuk difungsikan sebagaimana mestinya. 

Padahal, banyak kalangan pedagang pasar tradisional yang berjualan kurang leluasa, dikarenakan lokasinya senantiasa dilanda banjir. Misalnya, di areal Pasar Inpres, Jalan Gurami, Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebingtinggi Kota.

Selain itu, keberadaan Pasar Induk juga kerap menjadi perhatian dari masyarakat luas, disaat melintasi Jalan AMD, Tebingtinggi.

"Sepintas, bangunan pasar ini terlihat sangat layak ditempati pedagang untuk berjualan. Tapi, kenapa sudah setahun selesai dibangun tidak difungsikan, dan malah dibiarkan ditumbuhi rumput-rumput liar yang menjulang tinggi," ujar sejumlah pengendara sepedamotor bernama R Purba, Anto S dan N Sembiring kepada wartawan, Kamis (15/11) saat melintas di lokasi pasar tersebut.

Menurut mereka, biaya yang begitu besar digelontorkan untuk membangun pasar tersebut dinilai sia-sia jika tidak dimaksimalkan guna peningkatan perekonomian masyarakat Tebingtinggi, khususnya para pedagang tradisional.

"Jika sudah begini, uang negara atau uang rakyat yang digunakan untuk membangun Pasar Induk terkesan mubazir dan dinilai sebagai ajang mencari keuntungan semata oleh Pemko Tebingtinggi melalui dinas terkaitnya," ucap Purba.

Menanggapi hal itu, Kadis Perindag Koperasi dan PKM Tebingtinggi, Gul Bahkri Siregar saat dikonfirmasi SIB melalui telepon selulernya menyatakan bahwa pasar tersebut belum bisa difungsikan karena fasilitas pendukung bangunan itu belum sepenuhnya memadai. 

"Contohnya, paving block halaman parkir belum ada, saluran drainase pasar belum dibangun dan arus listrik belum masuk. Artinya, pembenahan atas pembangunan Pasar Induk itu akan ada tahap lanjutan di Tahun 2019," katanya. 

Selanjutnya, ia pun menyebutkan segala biaya perawatan terhadap Pasar Induk, seperti pembabatan rumput secara berkala belum memiliki anggaran. 

"Kita belum mengantongi anggaran untuk perawatan pasar. Jadi, diminta kepada kita semua untuk bersabar," beber Gul Bahkri. (C11/c)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

BI dan Pemko Medan Sidak Pasar, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

Martabe

Rico Waas Berangkatkan 4.000 Peserta Mudik Bareng Pemko Medan

Martabe

H-6 Lebaran 2026, Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan Telah Layani 13.084 Penumpang

Martabe

Terminal Lubukpakam Sudah Dibangun Megah, Terminal Liar masih Beroperasi

Martabe

Kolaborasi Pemerintah Daerah, Anggota DPR RI Sabam Sinaga Monitoring PIP di Humbahas

Martabe

Antisipasi Kepadatan Arus Mudik, Kapolrestabes Medan Cek Pospam Titi Kuning