Pematangsiantar (SIB)- Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memperingati Hari Toleransi Internasional. Tema, menolak isu Sara dalam Pemilu 2019. Acara berlangsung di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar, Rabu (21/11). Dalam sambutannya, Wali Kota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM menyebut, toleransi adalah rasa hormat, menerima dan menghargai keberagaman.Ketidaktahuan tentang perbedaan budaya, agama dan etnis yang ada di sekitar dapat menyebabkan ketidakamanan. Dengan pendidikan, diharapkan adanya pemahaman yang lebih baik tentang tradisi dan keyakinan yang berbeda, kata Hefriansyah. Dijelaskan, sikap toleransi merupakan bentuk pengakuan Hak Asasi Manusia (HAM) yang universal serta kebebasan fundamental orang lain. "Dengan adanya keberagaman manusia, toleransi bisa menjamin kelangsungan hidup komunitas di setiap wilayah dunia," ungkapnya.Setiap negara bertanggung jawab untuk menegakkan hukum HAM, melarang kebencian dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Negara harus memastikan akses yang sama bagi setiap orang terhadap pengadilan, Komnas HAM atau Ombudsman. Sehingga tidak ada orang yang main hakim sendiri dan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan. "Kota Pematangsiantar merupakan kota paling toleran di Indonesia. Untuk itu, mari tetap kita pupuk keberagaman yang ada dalam bingkai persatuan NKRI. Kiranya dengan semangat Hari Toleransi Internasional ini dapat menambah motivasi kita, dan menjaga kemajemukan yang ada, agar kota Pematangsiantar semakin mantap, maju dan jaya," tandasnya.Hadir dalam acara tersebut Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu, Kodim 0207/Simalungun Letkol Inf Robinson Tallupadang, mewakili Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Efendi Siregar anggota DPRD Siantar, sejumlah tokoh agama dan adat. (D12/l)