Pematangsiantar (SIB)- Tingkat presentase pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Pematangsiantar meningkat. Setiap hari yang berobat berkisar 45-80 dari sebelumnya 20-40 orang. Hal itu diungkapkan seorang dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri di Pematangsiantar, dr Masjelita Sp KJ ketika diwawancarai SIB, Rabu (21/11) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Djasamen Saragih P Siantar.Dikatakan, pasien yang mengalami gangguan jiwa memiliki ciri-ciri seperti mudah emosi, sedih, menangis, berhalusinasi, dan susah tidur karena gangguan bicara."Untuk penanganan maupun pencegahannya dengan cara diberikan obat-obatan kepada pasien. Dengan obat tersebut sebagian dapat sembuh total, ada yang berulang-ulang bahkan ada yang tidak bisa sembuh," katanya.Masjelita menambahkan, untuk tingkatan gangguan jiwa ada yang ringan, sedang dan berat. Gangguan ringan ditandai dengan susah tidur, cemas-cemas dikit sedangkan tingkat berat pasien tersebut merusak, menghancurkan barang-barang, bicara ngawur dan itu harus di kirim ke rumah sakit jiwa Medan.Beberapa faktor gangguan jiwa terdapat dari Genetik (keturunan), sosial, spiritual dan untuk penyembuhannya harus berobat, ujarnya. (D10/l)