Rantauprapat (SIB) -,Masyarakat Kelurahan Urungkompas Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu masih mengalami kesulitan mendapatkan simelon. Sejak Minggu-Rabu (18-21/11), masih banyak warga kelimpungan keliling ke sana ke mari mencari 1 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram itu. "Sebulan belakangan ini memang susah sekali mendapatkan gas 3 kilo. Apalagi di Kelurahan Urungkompas tidak ada agen bahkan pangkalan, membuat kami harus ke kelurahan lain. Yang sakitnya, kami lebih sering dicueki pelayan pangkalan atau agen, makanya kami sering ribut dengan pekerjanya," ungkap boru Simbolon, warga Lingkungan Graha Kelurahan Urungkompas, kepada SIB, Rabu (21/11).Keharusan dari pangkalan untuk warga membawa KTP dan Kartu Keluarga, membuat warga Urungkimpas pusing tujuh keliling. Sebab yang bukan warga setempat dipastikan 99,99 persen tidak dilayani."Diminta KTP dan KK, rupanya nggak dikasih. Kata petugasnya, mereka hanya melayani warga kelurahan setempat. Apa nggak pening kepala kayak gitu. Sakit kepalaku cari gas 3 kilo dalam 2 minggu ini," sebutnya. Dia menambahkan, masalahnya, di Kelurahan Urungkompas tidak ada agen atau pangkalan. Agen dan pangkalan di Kecamatan Rantau Selatan ini yang dekat dengan Urungkompas hanya di Kelurahan Sioldengan dan Bakaranbatu. Makanya di kelurahan lain sudah ada operasi pasar, tetapi di Urungkompas belum digelar, walau masyarakat kelurahan ini yang paling merasakan sakitnya mencari gas 3 Kg. "Pergi ke tempat lain makin sakit kepala awak. Pergi ke kecamatan lain, makin pening. Kayak hari Minggu itulah, sampailah ke Kelurahan Padangbulan awak mencari gas 3 kilo. Untung ada di warung orang, tapi mahallah, Rp27.000. Awak terpaksa beli, karena di rumah nggak masak lagi," keluh warga bermarga Hasibuan. Pantauan SIB, Senin, Selasa, Rabu kemarin, setiap gas elpiji 3 Kg jatah agen dan pangkalan masuk, langsung diserbu warga. Seperti terjadi di agen Jalan Cut Nyak Dhien Kelurahan Siringoringo Rantau Utara, di SPBU Simpang Mangga Kelurahan Bakaranbatu dan lainnya, serta di pangkalan Jalan Kampungbaru Kelurahan Sioldengan. Bahkan di pangkalan Lili Jalan Pendidikan Kelurahan Sioldengan, warga harus sabar menunggu dan antre sampai malam, Selasa (20/11). Ratusan warga Kecamatan Rantau Utara menyerbu operasi pasar yang digelar Pertamina, Selasa (20/11). Hal ini terjadi, lantaran elpiji 3 Kg sulit ditemukan warga sebulan belakangan. Warga yang ingin mendapat elpiji di operasi pasar ini harus pula menyerahkan KTP dan KK."Harus bawa KTP dan KK. Kalau nggak, tidak dilayani. Yang dilayani pun hanya warga setempat," sebut Jhon, warga Jalan Sirandorung Kelurahan Sirandorung.Dia mengaku sudah sebulan ini, elpiji 3 kg langka di pasaran. Jika ada, harga yang dipatok pedagang cukup mahal."Sudah sebulan elpiji 3 kilo langka. Kalau pun ada harganya Rp25 ribu sampai Rp30 ribu dari harga eceran Rp16.000," sebutnya.Pada operasi pasar di kelurahan itu, pihak Pertamina menyediakan 560 tabung. Operasi pasar juga digelar di Kantor Camat Panai Hulu, Selasa (20/11). Camat, Turing Ritonga menyebut operasi pasar dilakukan untuk menyahuti keresahan warga mendapatkan gas elpiji 3 kilo. (BR6/l)