Tapteng (SIB)
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) diprotes warga Dusun II Moppang, Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah karena dinilai tidak tepat sasaran.
Pasalnya, warga Dusun II Mompang masih memiliki akses air bersih/air minum yang dibangun oleh salah seorang pengusaha, KMS yang juga putra Dusun Mompang, beberapa tahun lalu, dan masih layak pakai.
Sementara, lanjut Ruslan, warga setempat, masyarakat Dusun I Naga Timbul dan Dusun III Pintu Raja belum kebagian air, bahkan harus bersusah payah mendapatkan air bersih dari dusun lain. "Harusnya yang mendapatkan program air bersih masyarakat Dusun I dan Dusun III, bukan justru Dusun II sumber air bersihnya masih ada," kata Ruslan Hutagalung (69).
Hal itu disampaikan, Ruslan saat ditemui SIB di Dusun II Mompang, Desa Naga Timbul, Sitahuis, Rabu (15/1). Aksi protes itu, katanya, disampaikan lantaran pipa air warga dari sumber air sebelumnya mau diganti pihak Pamsimas tanpa sosialisasi. Akhirnya ditolak.
Bahkan, lanjutnya, program air bersih dari Kementerian PUPR itu, tidak dilakukan sosialisasi desa dalam pengusulan dan penganggarannya. "Warga tidak diundang, tiba-tiba sudah ada Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) yang bekerja membangun bak dan pipa air," jelas Ruslan.
Sementara Ketua Kelompok, S Napitupulu, yang ditanyai SIB membantah pernyataan Ruslan. Menurutnya, KKM sudah terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi dan masyawarah desa. Namun saat diundang sebagian tidak hadir, dan sebagian lagi pulang.
Pembangunan air bersih program Pamsimas di Dusun II Mompang, katanya, sudah melalui hasil sosialisasi mengingat bak penampung air dan pipa air yang dibangun dulunya sudah lama, perlu dibangun yang baru.
Hasil pantauan SIB di lokasi bahwa Bak Penampung Air program Pamsimas sudah terbangun, begitu juga dengan pipa distribusi utama sudah terpasang. (G04/d)