Langkat (SIB)- Pulau Kelantan di Kecamatan Brandan Barat, Pangkalan Brandan, Langkat, tidak memiliki taman pemakaman umum (TPU). Bila ada warga yang meninggal maka mayatnya harus dibawa menyeberang lautan ke Pangkalan Brandan untuk dimakamkan. Pulau Perlis, pulau kecil yang berdekatan dengan Pulau Kelantan, sudah punya TPU tapi untuk melayani warga di 9 dusun, hanya memiliki 1 (satu) keranda. “Karena kehidupan nelayan yang gotong-royong, kendala keterbatasan, diatasi dengan kebersamaan,†ujar Kades Perlis Junaidi Salim, Minggu, (12/1), usai mengikuti peringatan setahun ‘tragedi’ Kwala Gebang, Langkat di mana pada 21 Januari 2013 terjadi amuk warga yang membuat 2 nelayan meninggal. Kegiatan diisi dengan pembacaan doa-doa, pemberian santunan kelanjutan bagi kedua janda dan putra-putri almarhum yang sudah diangkat menjadi anak asuh anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat Edi Ramli Sitanggang SH serta jamuan.Selain dihadiri para tokoh masyarakat, ulama, para pencinta lingkungan dan penggiat pembela hak nelayan tradisional, acara dihadiri Camat Brandan Barat diwakili Erian Azmal SPdI MSi. Usai dialog dan jamuan yang diikuti 3.000-an orang, Edi Ramli Sitanggang mengatakan sebagai wakil rakyat dari daerah itu, pihaknya membantu 8 keranda mayat untuk tiap dusun hingga dapat dimaksimalkan untuk keperluan warga.Dalam acara sekaligus kunjungan reses itu, Edi Ramli Sitanggang melakukan dialog kritis dengan warga. Pertanyaan bernada protes datang dari Muchtar AR nelayan dari Kwala Serapuh, Abdul Latif Sitorus dari Tanjungbalai - Asahan, Mukhlis dari Tanjungpura, Armensyah Panjaitan dari Asahan, Khaidir Yusuf dan Ramli dari Pulau Perlis plus relawan yang memfokuskan diri menjaga hutan manggrove di Pulau Perlis Isfan Rusman. Dalam dialog haru yang membuat sebagian ibu menitikkan air mata, perwakilan nelayan tradisional memohon pada Edi Ramli Sitanggang untuk menyalurkan aspirasi guna menjamin kelangsungan hidup. Perjalanan menyusuri dan berdialog dengan warga nelayan tersebut didahului dengan pengukuhan 1.221 Relawan Edi Ramli Sitanggang dengan ketua Maizen Saftana SH MSi. Relawan itu, ujar Edi Ramli Sitanggang saat pengukuhan, punya tanggung jawab besar dalam ikut mengondusifkan lingkungan di sekitar keberadaan, khususnya dalam Pemilu 9 April 2014. “Juga mengajak warga untuk menggunakan hak pilihnya secara benar,†tandas anak Pematangsiantar yang menghabiskan lebih separo usianya berkarier di Senayan itu.Di Medan, Kamis, (23/1), didampingi sejumlah kader Partai Demokrat yang memfasilitasi kegiatan bersama panitia besar warga setempat didampingi Waka AMIB Pematangsiantar Drs Mangasa Gultom, usahawan Mandalasah Turnip, Sekretaris Angkatan Muda Indonesia Bersatu (AMIB) Sumut Indra Utama BA mengatakan, bantuan seperti yang diutarakan Edi Ramli Sitanggang sedang dalam finalisasi sampai ke daerah dimaksud. “Sebelumnya, Edi Ramli Sitanggang pun sudah mentransfer dan membuat buku tabungan pada anak asuhnya yakni anak yatim yang putra korban amuk massa nelayan,†ujar Indra Utama. (r9/c)