Sidikalang (SIB)
Warga mengeluhkan kondisi jalan menuju Desa Pasir Mbelang dan Pasir Tengah Kecamatan Tanah Pinem Dairi. Jalan menghubungkan kedua desa sudah menahun amblas, tidak ada perbaikan.
Hal itu disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Tanah Pinem Bonitra Sinulingga, Senin (10/2) di Sidikalang. Amblasnya badan jalan itu, mengakibatkan arus lalulintas terkendala. Pengangkutan hasil pertanian dan mobil penumpang umum juga jadi terkendala. Kerusakan infrastruktur itu sangat merugikan warga setempat.
"Badan jalan amblas sudah lama tetapi sampai sekarang belum diperbaiki instansi terkait. Petani mendambakan segera perbaikan badan jalan amblas itu," ungkapnya.
Disebutnya, lebih dari separuh badan jalan amblas sehingga kendaraan sulit melintas. Masyarakat setempat yang mayoritas petani jagung sangat dirugikan. Pasalnya, harga jual komoditas di Desa Pasir Mbelang dan Pasir Tengah jadi murah dibanding desa lain di Kecamatan Tanah Pinem.
Pengumpul hasil pertanian membeli hasil panen warga lebih murah, dengan alasan jalan rusak dan sulit menjangkau perkampungan. Agen juga beralasan biaya angkut mahal sehingga dibebankan ke petani dengan membeli komoditas lebih murah.
Perbedaan harga jual komoditas itu di tingkat petani sekira Rp 200-Rp 300 per kilo gram, dibandingkan daerah lain. Kondisi demikian sangat merugikan petani. Berapa minggu ke depan sudah masuk musim tanam.
Informasinya, minggu ini akan dilakukan distribusi pupuk bersubsidi kepada petani. Dengan kondisi badan jalan seperti itu dipastikan pengangkutan akan sulit. Selama ini, biaya langsir pupuk Rp 10 ribu per zak dan akan dibebankan kepada petani.
"Diharapkan Pemkab Dairi segera melakukan perbaikan, minimal menutup badan jalan amblas. Sehingga arus lalulintas tidak terganggu," ucapnya. (K05/q)