Pemkab Dairi Diminta Perbaiki Jalan Amblas di Desa Pasir Tengah

Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 18:36 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_185_Pemkab-Dairi-Diminta-Perbaiki-Jalan-Amblas-di-Desa-Pasir-Tengah.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
AMBLAS: Jalan menghubungkan dua desa di Kecamatan Tanah Pinem Dairi amblas. Pemkab Dairi diminta segera memperbaiki. Foto dipetik, Senin (10/2) di Desa Pasir Tengah. 

Sidikalang (SIB)

Warga mengeluhkan kondisi jalan menuju Desa Pasir Mbelang dan Pasir Tengah Kecamatan Tanah Pinem Dairi. Jalan menghubungkan kedua desa sudah menahun amblas, tidak ada perbaikan.

Hal itu disampaikan tokoh pemuda Kecamatan Tanah Pinem Bonitra Sinulingga, Senin (10/2) di Sidikalang. Amblasnya badan jalan itu, mengakibatkan arus lalulintas terkendala. Pengangkutan hasil pertanian dan mobil penumpang umum juga jadi terkendala. Kerusakan infrastruktur itu sangat merugikan warga setempat.

"Badan jalan amblas sudah lama tetapi sampai sekarang belum diperbaiki instansi terkait. Petani mendambakan segera perbaikan badan jalan amblas itu," ungkapnya.

Disebutnya, lebih dari separuh badan jalan amblas sehingga kendaraan sulit melintas. Masyarakat setempat yang mayoritas petani jagung sangat dirugikan. Pasalnya, harga jual komoditas di Desa Pasir Mbelang dan Pasir Tengah jadi murah dibanding desa lain di Kecamatan Tanah Pinem.

Pengumpul hasil pertanian membeli hasil panen warga lebih murah, dengan alasan jalan rusak dan sulit menjangkau perkampungan. Agen juga beralasan biaya angkut mahal sehingga dibebankan ke petani dengan membeli komoditas lebih murah.

Perbedaan harga jual komoditas itu di tingkat petani sekira Rp 200-Rp 300 per kilo gram, dibandingkan daerah lain. Kondisi demikian sangat merugikan petani. Berapa minggu ke depan sudah masuk musim tanam.

Informasinya, minggu ini akan dilakukan distribusi pupuk bersubsidi kepada petani. Dengan kondisi badan jalan seperti itu dipastikan pengangkutan akan sulit. Selama ini, biaya langsir pupuk Rp 10 ribu per zak dan akan dibebankan kepada petani.

"Diharapkan Pemkab Dairi segera melakukan perbaikan, minimal menutup badan jalan amblas. Sehingga arus lalulintas tidak terganggu," ucapnya. (K05/q)

Berita Terkait

Martabe

SE Wali Kota Medan Terkait Daging Non Halal Jangan Jadi Sumbu Sensitivitas Baru

Martabe

Lansia Miskin Tanggung Jawab Cucu, Mengapa Akses PIP Masih Sulit?

Martabe

Cegah Balap Liar, Polres Simalungun Patroli Sisir Jalan Asahan Malam Hari

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Jelang Sahur, Rumah Warga di Sergai Ludes Terbakar

Martabe

Kandang Ternak Babi di Tanjungbalai Terbakar