Oknum TNI Dituding Intimidasi Anggota HTR di Air Hitam

*Pasintel: Tidak Ada Intimidasi
Redaksi - Selasa, 11 Februari 2020 20:48 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_3495_Oknum-TNI-Dituding-Intimidasi-Anggota-HTR-di-Air-Hitam-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: SIB/Dok
DIHIMPUN: Beberapa foto yang dihimpun SIB ketika puluhan personil TNI AL TBA turun ke areal kerja HTR yang berlokasi di Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura, mengamankan 2 anggota HTR hingga makan siang dan foto bersama peng

Kualuh Leidong (SIB)

Oknum personil TNI AL Tanjungbalai Asahan (TBA) dituding telah mengintimidasi anggota Koperasi Tani Mandiri selaku pengelola program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura. Pasalnya, pada hari Jumat (7/2) lalu, puluhan personil TNI AL TBA dengan berseragam dan bersenjata laras panjang mendatangi lokasi HTR dan mengusir serta menyita telepon genggam anggota Koperasi Tani Mandiri selaku pengelola HTR saat melakukan kegiatan perhutanan sosial.

Selain itu, dua anggota HTR berinisial HS (50) dan H (30) diamankan personil TNI AL TBA dan diserahkan ke Polsek Kualuh Hilir untuk diproses hukum dengan tuduhan telah melakukan pencurian dan perusakan lahan.

Informasi dihimpun SIB, Minggu (10/2), dengan mengendarai trail dan membawa senjata laras panjang, puluhan personil TNI AL TBA itu datang ke lokasi HTR bersama pengusaha yang lahan garapannya masuk dalam areal izin HTR. Sehingga muncul dugaan bahwa kedatangan personil TNI AL ke lokasi HTR itu atas permintaan para pengusaha yang telah terusik dengan adanya program HTR di kawasan hutan produksi Desa Air Hitam, mengingat selama ini hutan tersebut telah digarap dan dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dan hebrida.

Salah seorang anggota Koperasi Tani Mandiri G Sitorus (30) dan H Sianturi kepada SIB menceritakan kronologis yang dialaminya saat kedatangan personil di lokasi HTR tersebut. Dikatakannya, mereka sangat terkejut dengan kedatangan puluhan personil berseragam lengkap dan membawa senjata laras panjang yang langsung mengintimidasi dan mengusir mereka dari lokasi izin HTR.

"Ketika itu kami sedang melakukan aktivitas perawatan bibit pohon bantuan dari BPDAS di areal izin HTR.

Namun tiba tiba sekelompok berpakaian loreng membawa senjata datang naik kereta Trail. Kami diusir dan telepon seluler kami juga disita karena kami mau mengabadikan kedatangan mereka. Mereka juga membawa dua rekan kita ke Polsek Kualuh Hilir dengan dalih pencurian dan pengrusakan lahan. Setelah kejadian itu baru kami tau bahwa mereka itu adalah TNI AL TBA, "ucap Sitorus.

Menurutnya, kedatangan puluhan personil TNI AL itu ke lokasi HTR atas perintah pengusaha yang selama ini menolak program HTR tersebut. Hal itu dikuatkan karena personil TNI AL itu datang ke lokasi bersama salah seorang oknum pengusaha yang memiliki ratusan hektar lahan garapan di areal HTR yang telah dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dan hebrida.

Lebih lanjut diceritakannya, ketika salah seorang rekannya mencoba bertanya alasan anggota TNI AL datang ke lokasi tersebut, salah satu dari personil mengatakan bahwa kedatangan mereka ke kawasan HTR mau latihan menembak. "Saat kami tanya tujuan kedatangan mereka, katanya ingin latihan menembak. Tapi saat kami minta penjelasan kembali, mereka malah membentak kami, "sebut Sitorus senada dengan H. Sianturi rekannya.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Koperasi Tani Mandiri HM. Wahyudi selaku pihak pengelola program HTR kepada SIB mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sikap aparat TNI AL TBA yang datang ke areal kerja HTR dengan bersikap arogan kepada anggotanya dan juga sambil membawa senjata seakan mirip adegan menyerbu penjahat.

Ditambah lagi dengan tindakan mengamankan dua orang anggota koperasi yang sedang menjalankan perawatan bibit pohon untuk program HTR tersebut.

Dirinya menegaskan, Koperasi Tani Mandiri secara legal menjalankan aktivitas di dalam kawasan hutan produksi tersebut sesuai izin HTR yang dikeluarkan Menteri Kehutanan RI. Namun dikatakannya, selama ini kegiatan HTR selalu terganggu tindakan oknum pengusaha bernama Effendi alias Akiong yang selama ini menggarap hutan produksi dilokasi HTR. Sehingga pihaknya menduga, oknum penggarap itu yang berperan dibalik kedatangan TNI AL ke areal HTR.

Karena itu dikatakannya, atas tindakan TNI AL TBA tersebut, pihaknya akan menyurati Panglima TNI dengan tembusan Presiden RI. "Kita mau mempertanyakan tindakan TNI AL yang melakukan intimidasi terhadap anggota kita di areal kerja HTR hingga mengamankan dua anggota HTR. Secepatnya kita akan buat aksi dan menyurati Panglima TNI, dengan tembusan Presiden RI, "pungkasnya.

Sementara itu, Pasintel Lanal TBA Kapten Jordan yang dikonfirmasi SIB, Minggu (9/2) malam, membenarkan bahwa pihaknya ada mendatangi lokasi HTR di Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Labura. Namun dirinya membantah bahwa kedatangan personil TNI AL TBA ke lokasi HTR itu atas permintaan pengusaha atau penggarap kawasan hutan tersebut dan pihaknya juga tidak ada melakukan intimidasi terhadap anggota HTR.

"Begininya jalan ceritanya, kami mau melakukan patroli ke lokasi latihan di Kualuh Leidong. Patroli itu adalah kegiatan rutin kita lakukan dan kita membawa senjata setiap kali patroli. Namun saat di perjalanan, kita singgah di sebuah warung, di situ kami jumpa dengan Kadus Air Hitam yang mengatakan adanya aktivitas di dalam lahan yang masih berstatus sengketa.

Karena itu kita ke lokasi dan melihat ada aktivitas sehingga untuk menjaga Kamtibmas, dua orang Korlapnya kita bawa ke Polsek Kualuh Hilir. Jadi intinya kita ke lokasi HTR bukan karena disuruh pihak pengusaha ataupun penggarap itu dan kita tidak ada mengintimidasi ataupun menyita handphone anggota HTR.Tudingan itu tidak benar, "tegas Jordan sambil mengatakan bahwa dirinya juga ikut dalam rombongan tersebut. (A09/c)

Berita Terkait

Martabe

SE Wali Kota Medan Terkait Daging Non Halal Jangan Jadi Sumbu Sensitivitas Baru

Martabe

Lansia Miskin Tanggung Jawab Cucu, Mengapa Akses PIP Masih Sulit?

Martabe

Cegah Balap Liar, Polres Simalungun Patroli Sisir Jalan Asahan Malam Hari

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Jelang Sahur, Rumah Warga di Sergai Ludes Terbakar

Martabe

Kandang Ternak Babi di Tanjungbalai Terbakar