Nias Barat (SIB)
Beberapa proyek pembangunan jalan dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumut di Nias Barat hingga saat ini belum rampung. Pengendara berharap pihak terkait dapat segera menyelesaikan pekerjaan tersebut demi kelancaran akses transportasi.
Seperti penggantian jembatan di Kecamatan Mandrehe yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah masih terlihat dalam proses pengerjaan. Begitu juga dengan pembenahan jalan rigid beton di Kecamatan Lolofitumoi, Mandrehe dan titik lain juga belum tuntas meski sudah melewati tahun anggaran.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Gunungsitoli Ekuator Daeli, Selasa (11/2) mengakui ada beberapa paket proyek yang diperpanjang masa pelaksanaan dengan ketentuan akan diberlakukan denda keterlambatan sampai akhir bulan Februari.
Keterlambatan pekerjaan disebabkan banyaknya kendala yang terjadi di lapangan misalnya pemaksaan tenaga kerja lokal untuk bekerja meski tidak memiliki skill sebagai tukang sehingga tetap ada gangguan di lapangan yang mengakibatkan kontraktor tidak maksimal bekerja.
Begitu juga dengan masalah pembebasan lahan, ada saja upaya-upaya untuk mempersulit padahal dari awal sudah dimusyawarahkan dengan pemilik lahan. Namun demikian ia menegaskan agar rekanan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak dan akan bertindak tegas bila tidak terpenuhi.
"Paket ini harus selesai sehingga dapat fungsikan untuk kenyamanan kita. Jika tidak maka terpaksa kita lakukan pemutusan kontrak karena kontraktor lalai menjalankan kewajibannya sesuai kontrak," tegasnya. (N03/q)