Simalungun (SIB)
Kelompok Tani (Koptan) Juma Bolon Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun menyebut, ada 5 kendala petani di "Bumi Habonaron Do Bona".
Kelima kendala itu adalah permodalan, lahan makin sempit, harga pupuk dan pestisida terlalu mahal, pemasaran serta teknologi pertanian.
"Inilah yang menjadi kendala utama petani, yang kerap membuat ekonomi petani stagnan," kata Ketua Koptan Juma Bolon Edwin ST, Jumat (7/2) di Saribudolok.
Menurutnya, dari lima kendala itu, yang paling sering dikeluhkan petani adalah permodalan dan pemasaran hasil pertanian, yang tidak ada kepastian harga.
"Kalau cara cocok tanam dan masalah hama, sudah bisa diatasi petani. Bahkan, pestisida dan pupuk apa yang diperlukan, petani sudah paham. Masalahnya, uang untuk membeli itu," katanya.
Untuk itu, dia berharap kepada Pemkab Simalungun mengambil solusi dalam mengatasi hal tersebut, supaya kesejahteraan petani terwujud secara merata. (S06/d)