Rantauprapat (SIB)
Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte mengajak pemuda, mahasiswa dan pengusaha menjadikan Kabupaten Labuhanbatu sebagai lumbung inovasi. Kewirausahaan dimulai dari yang kecil, insya Allah akan menjadi besar.
"Insya Allah, bulan April saya menjadi narasumber di Kementerian Dalam Negeri. Dari sekian banyak bupati, saya salahsatunya dipilih karena sudah banyak inovasi di Kabupaten Labuhanbatu ini,†sebut Andi Suhaimi saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Pemuda yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Labuhanbatu, Selasa (11/2), di Gedung Kesenian Jalan Meranti Rantauprapat, dihadiri Plh Sekda Sarimpunan Ritonga, Kepala OPD, Ketua DPD KNPI Hamzah Sya'bani Nasution dan Karang Taruna.
Andi menginginkan kewirausahaan membuat inovasi, dengan menciptakan hal-hal yang belum ada di Sumatera Utara.
"Semua produk kita akan dibuat lebel, bahwa produk tersebut asli dari Labuhanbatu dan tidak ada di tempat lain. Contohnya, batik Labuhanbatu, sirup nenas dan keripik ikan terubuk," sebut Andi.
Dia berharap pertemuan ini membuahkan hasil, untuk kemudian nenas akan menjadi ikon Labuhanbatu karena produk sirup nenas.
"Semoga daerah kita ini bisa dikenal se Indonesia karena sirup nenasnya, dan ada juga ikan terubuk," harapnya.
Menurut Andi, tempat-tempat penjualan UKM sudah dibentuk, seperti pusat oleh-oleh Labuhanbatu di komplek Tugu Selamat Datang Rantauprapat dan di lapangan Ikabina.
"Selanjutnya, bangunan Pujasera juga akan saya buat menjadi tempat-tempat usaha dan UKM, sehingga jika ada tamu datang ke Labuhanbatu akan datang ke Pujasera mencari buah tangan atau oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerahnya. Jadi, mari bersama kita buat Labuhanbatu semakin maju," katanya akan terus bekerja keras memajukan pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu.
Plt Kadis Porabudpar, Syahrizal Hasibuan, dalam laporannya menjelaskan tujuan pelatihan ini untuk mendorong/memacu dan memotivasi pemuda untuk berusaha dan berinovasi.
"Tujuan khususnya adalah melatih pemuda secara bertahap agar memiliki kompetensi kewirausahaan dan bisnis. Melatih wirausaha agar mampu bertindak mendirikan usaha yang layak dengan memanfaatkan peluang yang ada. Kemudian untuk mengembangkan SDM yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi diri sendiri maupun orang lain sesuai tuntutan pembangunan," jelasnya, menyebut pelatihan ini dilaksanakan 2 hari, Selasa-Rabu (11-12/2), diikuti 60 peserta. (BR6/f)