Parapat (SIB)
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif berkunjung ke kawasan Danau Toba.
"Kunjungan kerja ini dimaksud untuk melihat secara langsung kondisi dan perkembangan destinasi pariwisata Danau Toba dalam hal industri, infrastruktur dan promosinya serta perkembangan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara,"kata Ketua Tim Wakil Ketua Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan di Inna Hotel Parapat ketika tatap muka dengan 8 Pemerintah Daerah se-kawasan Danau Toba, Kamis (13/6).
Dalam paparannya Sofyan menyampaikan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menetapkan target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2019 sebanyak 20 juta jiwa, dan 2020 sebanyak 18,5 juta jiwa. Untuk kunjungan wisatawan nusantara tahun 2019 sebanyak 275 juta perjalanan dan target pada tahun 2020 sebanyak 280 juta perjalanan.
Diungkapkan Sofyan, berdasarkan hasil kunjungan reses komisi X DPR RI, akses untuk mencapai destinasi Danau Toba, pembangunan jalan tol diperkirakan tahun 2021 akan sampai ke Danau Toba. Geopark Danau Toba telah diresmikan dan sedang tahap diusulkan menjadi anggota Global Unesco serta pemerintah sedang membangun infrastruktur di kawasan Danau Toba dan diharapkan selesai tahun 2020, ujar Sofyan.
"Kami ingin mendapatkan data, mengenai kendala dan permasalahan yang ada di kawasan destinasi pariwisata Danau Toba, termasuk mitigasi bencana agar ada persiapan dini jika terjadi bencana," katanya.
Sementara itu, Bupati Dairi Eddy Kelleng Berutu meminta Komisi X DPR RI untuk memberikan perhatian pengembangan Danau Toba yakni Tao Silalahi yang masih orginal dan memiliki beberapa objek-objek wisata, air terjun, high tracking dan lainnya.
Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga mengatakan, perkembangan pariwisata di Samosir tahun 2019 cepat dan meminta agar event dan atraksi berskala internasional dapat disajikan di Samosir.
Selain itu diminta agar maskapai penerbangan dari Bali bisa langsung ke kawasan Danau Toba.
Sementara itu perwakilan dari pemerintah daerah se- Kawasan Danau Toba lainnya dominan meminta agar infrastruktur jalan untuk menyambung seluruh pemerintahan kabupaten se kawasan Danau Toba dapat diperbaiki sehingga akses kepariwisataan antar daerah saling terhubung dan lancar.
Anggota Komisi X DPRI Dwi Rita mengatakan, kecewa terhadap para pemerintah daerah se-kawasan Danau Toba karena tidak memiliki data yang lengkap.
Dikatakan, pihaknya butuh data dan dokumentasi agar dapat menjadi acuan untuk diperjuangkan dan sebagai bahan rekomendasi. "Hari ini kami butuh data untuk program apa yang sudah dilakukan, apa hambatan dan harapannya," ujar Dewi.
Ketua Tim Komisi X DPR RI menyarankan agar perwakilan pemerintah daerah se-kawasan Danau Toba dapat menuliskan data-data dan program kepariwisataan yang kemudian mengirimkannya ke kantor Komisi X DPR RI.
Sebelumnya anggota DPR RI dan rombongan telah meninjau lokasi Kaldera Danau Toba Sibisa, dan meninjau Sanggar Seni Dolok Sipiak Parapat dan lokasi wisata lainnya.(S12/c)