Tebingtinggi (SIB)
Keberadaan masker di sejumlah apotek Tebingtinggi sangat sulit ditemui itu terjadi sejak menyebarnya virus corona di sejumlah negara yang sudah menelan seribuan nyawa manusia.
Salah seorang pengunjung apotek bernama BM br Purba (52) ketika diwawancarai SIB di Jalan Pahlawan, Jumat (14/2) mengatakan, sudah 12 hari terakhir ini, masker sangat sulit didapat diseluruh apotek yang ada di Kota Lemang.
Apalagi, sejak dikabarkannya virus corona mulai menjangkiti beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Filipina.
Menurut ibu dua orang anak ini, virus corona yang mulai menyerang kawasan Asia Tenggara itu dianggap memberi dampak negatif terhadap ketersediaan masker di Sumut, khususnya Tebingtinggi.
"Sebelum virus corona menyebarkan ancamannya, masker mulut (N95) sangat mudah ditemui di apotek-apotek. Tapi, sekarang sangat sulit untuk dibeli.
Kalau pun ada, masker itu merupakan stok lama yang dimiliki apotek dan harga jualnya sangat mahal, bisa mencapai Rp 100 ribu/kotak. Padahal, sebelumnya hanya seharga Rp 45 ribu/kotak" ujarnya.
Sementara, Apoteker RS Bhayangkara Tebingtinggi, Eva br Hutabarat (38) saat ditanyai wartawan terkait hal tersebut menyatakan, sejak dua minggu terakhir ini ketersediaan masker memang minim bahkan tidak ada di Tebingtinggi.
Dia pun menyebut, banyak warga yang mengeluh akibat tidak dapat diperoleh atau membeli masker di apotek-apotek. Mengingat, penggunaan masker itu sangat penting dilakukan, sebagai langkah awal pencegahan tertularnya virus corona.
"Mulai akhir Januari lalu, setiap hari warga dari dalam dan luar kota sangat banyak mengunjungi apotek-apotek di Tebingtinggi hanya untuk membeli masker.
Namun, mereka sering kecewa karena masker yang seharusnya mudah diperoleh tidak tersedia di apotek atau toko obat," ungkapnya sembari berharap kepada pemerintah melalui dinas terkaitnya agar dapat secepatnya mencari solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. (T01/c)