Rantauprapat (SIB)
Tiga puluh tiga warga Labuhanbatu, 7 warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan 7 warga Labuhanbatu Utara, mengikuti operasi mata katarak di RSUD Rantauprapat, Kamis (13/2). Sebelum dioperasi, Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe menyemangati dan mendoakan para pasien tersebut.
"Saya doakan bapak-bapak dan emak-emak saya selalu dalam keadaan sehat, dan nantinya setelah mengikuti operasi katarak ini, bapak dan ibu semua menjadi lebih baik kesehatan dan penglihatannya. Kehadiran saya di sini karena ingin tahu, apakah operasi katarak bermanfaat bagi masyarakat,†sebut Andi.
Dia berharap, program RSUD Rantauprapat ini bermanfaat kepada masyarakat Labuhanbatu serta warga Labusel dan Labura yang juga ikut berobat ke RSUD Rantauprapat.
"Untuk ke depan, kita sudah siapkan 10.000 kartu BPJS khusus untuk warga kita yang kurang mampu," katanya.
Sampai saat ini RSUD Rantauprapat masih menjadi rumah sakit rujukan. "Saya ingin, RSUD ini bisa berkembang menjadi lebih baik melayani masyarakat yang membutuhkan," harapnya.
Pada kesempatan itu, dr Hana, dokter khusus bagian mata katarak menyampaikan kepada semua peserta, bahwa metode yang dipakai pada operasi katarak ini teknik baru, tidak manual lagi.
"Prosesnya lebih cepat, pengerjaannya tidak rumit dan sakitnya pun tidak terlalu sakit," sebut dr Hana.
Katanya, setelah masyarakat tahu teknik baru operasi mata katarak, banyak ibu-ibu yang berkunjung untuk pemeriksaan mata katarak.
Manajemen RSUD Sopar Sitorus menyampaikan operasi katarak ini yang kedua kali setelah Januari 2019, diikuti 47 orang, di antaranya 33 berasal dari Labuhanbatu, 7 dari Labusel dan 7 dari Labura. Setelah itu, Ketua TP PKK memberikan bingkisan ke para peserta. (BR6/f)