Gunungsitoli (SIB)
Terhitung sejak setahun terakhir, usaha coffee shop atau cafe dengan suguhan khas kopi, atau lazim disebut warung kopi, tumbuh subur di Kota Gunungsitoli.
SIB mengamati dalam beberapa waktu terakhir, yang menggeluti usaha ini dari kalangan anak muda yang pandai memanfaatkan peluang.
Di sejumlah coffee shop, sistem layanan dan jenis kopi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kopi lokal dengan seduhan murni, kopi dengan varian rasa dan campuran cokelat. Masyarakat juga tetap menggandrungi kopi-kopi sachet yang sudah terlebih dahulu merajai pasaran seperti, kapal api, luwak, teh tarik dan lainnya, sehingga pengusaha menyediakannya.
Salah seorang pengusaha coffee shop di pusat kota, Y Giawa, Minggu (16/2) menuturkan, sesuai perkembangan zaman, sistem bersantai masyarakat banyak dilakukan dengan cara menikmati kopi sembari bertemu rekan.
Ia pun memprediksi, usaha jenis ini akan semakin semarak ke depan, apalagi produsen kopi di mana mana berlomba menciptakan produk dengan cita rasa yang selalu berbeda.
Laba yang dihasilkan pun cukup menjanjikan. Dengan lahan bangunan 4x8 meter persegi, Giawa mampu memiliki pelanggan hingga seraturan saban hari. Ia pun dapat memeroleh keuntungan bersih hingga Rp 500 ribu.
Keberadaan coffee shop yang mulai tumbuh terlihat merata di penjuru kota Gunungsitoli. Para pengusaha meminta pemerintah kota memberi perhatian serta wadah dalam mengembangkan bisnis sektor menjanjikan ini. (BR9/c)