Verawati Lumbantobing Ditemukan Tak Bernyawa di Labura

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 22:38 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_8831_Verawati-Lumbantobing-Ditemukan-Tak-Bernyawa-di-Labura.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
TERGELETAK: Verawati Br Lumbantobing ditemukan tak bernyawa dibelakang perumahan warga, Kampung 50, Kecamatan Kualuhselatan, Kabupaten Labura, Sabtu (15/2). 

Aekkanopan (SIB)

Verawati Br Lumbantobing (39) seorang ibu rumah tangga warga Kampung 50, Desa Tanjungpasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara ditemukan tak bernyawa, Sabtu (15/2) sekira pukul 23.00 WIB.

Keterangan diperoleh, penemuan Verawati berawal saat mertuanya Tumiar Br Panggabean mendatangi rumah Lambok Silalahi (Saksi) dan menanyakan keberadaan korban yang belum pulang ke rumah hingga larut malam. Kemudian, mereka berdua pergi melihat ke kandang ternak babi, namun tidak ada dijumpai. Selanjutnya, Lambok Silalahi dan Andi Tampubolon (Saksi) bersama Tumiar dan warga lainnya, melakukan pencarian dan menemukan angkong milik Verawati di belakang rumah warga dan menemukan korban sudah tergeletak dalam keadaan tidak bernyawa dan melaporkan peristiwa itu ke Kadus Suseno dan diteruskan ke Polsek Kualuh Hulu.

Sekira pukul 23.30 WIB petugas Unit Reskrim tiba di TKP melakukan olah TKP. Dari hasil cek TKP keadaan Verawati dalam posisi

terbaring dan ditemukan sebilah pisau warna hijau yang dipakai untuk alat memotong rumput.

Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sahrial Sirait membenarkan adanya peristiwa tersebut. " Ya tadi pagi sekira pukul 04.00 WIB, kita sudah membawa korban Verawati ke RSUD Aekkanopan untuk dilakukan visum. Disaksikan kedua orang tuanya dan mertuanya. Setelah selesai pemeriksaan oleh dokter RSUD Aekkanopan, pihak orang tua dan mertuanya, tidak bersedia untuk dilakukan visum ( Otopsi) karena tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh dan dianggap meninggal dengan wajar. Dan membuat surat pernyataan ditandatangani di atas materai 6000 disaksikan oleh kepala dusun dan diketahui kepala desa. Namun, demikian Polsek Kualuh masih tetap melakukan penyelidikan tentang sebab kematian," ujarnya. (L09/c)

Berita Terkait

Martabe

Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Martabe

Respon cepat, Polres Tanjungbalai Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Martabe

Sekdakab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Mengatasnamakannya

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan