Pemerhati dari LP3D Taput : Pekerjaan Dana Desa di Desa Setia Dinilai Kurang Berkualitas

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 16:12 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_9906_Pemerhati-dari-LP3D-Taput---Pekerjaan-Dana-Desa-di-Desa-Setia-Dinilai-Kurang-Berkualitas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: SIB/Dok
RETAK : Saluran drainase yang dikerjakan dari sumber Dana Desa Tahun 2019 di Desa Setia Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Taput sudah beretakan 

Taput (SIB)

Proyek infrastruktur desa di Desa Setia Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara dinilai kurang berkualitas hasilnya. Pasalnya, jalan rabat beton, saluran drainase dan irigasi yang selesai dikerjakan di akhir tahun 2019 sudah ada yang mulai rusak. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Lembaga Pemantau dan Pemerhati Pembangunan Daerah (LP3D) Kabupaten Tapanuli Utara, Patar Lumbangaol kepada SIB, Senin (17/2).

"Kita yang sudah turun ke lapangan, Jumat (14/2), jalan rabat beton di Dusun Sirihitrihit sudah ada berlobang dan retak. Kemudian saluran drainase sudah ada yang retak. Kita lihat juga susunan batu dinding dranise yang tidak diplaster terlihat berlobang. Itu terlihat jelas bahwa adukan semen untuk menyusun batu kualitasnya kita duga tidak sesuai. Kemudian di saluran drainase itu terlihat kering dan tidak berjalan air, " terangnya.

Patar juga menilai, proyek dana desa diduga kurang pengawasan. Kalau ketat pengawasan, infranstruktur itu tidak mungkin secepat itu retak.

"Tiga paket pekerjaan infrastruktur desa di Desa Setia yang menelan biaya ratusan juta itu ketahanan dan kualitasnya diduga diragukan, " ujarnya.

Patar juga menyatakan, untuk item pekerjaan jalan rabat beton, coran atau plasteran lantai rabat beton sudah ada yang berlobang. Kemudian pinggiran jalan sudah ada yang bersompelan. Selain itu juga, material baru splitnya sudah mulai terlihat jelas akibat gerusan air hujan. Penyebabnya diduga campuran pasir dan semen tidak sebanding, sehingga ketika hujan turun ketahanan plasteran lantai murah terkikis hujan.

"Kemudian saluran drainase, diduga tidak berfungsi karena terlihat kering. Begitunya dinding salurannya sudah ada yang retak. Begitu kita amati dari samping luar, coran semen dipemasangan batu ada yang tidak padat. Terlihat lobang atau celah di susunan batu yang telah dicor, "terangnya.

Patar mengungkapkan, menjadi suatu pertanyaan kenapa infrastruktur desa itu begitu cepat rusak.

Terkait kondisi itu, Kepala Desa Setia Saipul Pakpahan yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, kerusakan itu diakibatkan hujan. Sebab saat pengerjaannya sedang turun hujan. Kalau kualitasnya bisa diuji.

" Kalau saluran drainase itu ada retak diakibatkan karena posisi dengan tumbuhan pohon kelapa. Plasteran mungkin retak akibat hantaman buah kelapa yang jatuh, " ujarnya. (G02/c)

Berita Terkait

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Martabe

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Martabe

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Martabe

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor