Air Joman (SIB)
Pemilik kebun pisang barangan di Air Joman resah, pasalnya buah yang sudah ranum di ladang kerap dicuri maling.
Hal itu diungkapkan Sugi didampingi Kamiran pemilik kebun pisang Barangan di Dusun VI Desa Lubuk Palas, Sabtu (15/2).
“Maling pisang itu sangat keterlaluan ,karena kejadiannya berulang ulangâ€, tambah Sugi.
Maraknya pencurian pisang ini diduga karena harga jual pisang cukup mahal, capai Rp 7000/Kg.
“Kita sudah menunggu 3 bulan, mulai pohon pisang berjantung,namun setelah ranum, siap panen, pencuri duluan yang memanenâ€, kata Sugi.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk antisipasi maling tersebut, yaitu bergantian menjaganya dengan keluarga, namun lengah sebentar saja saat ditinggal pulang , untuk makan siang saat kembali tandanan pisang sudah hilang,hanya tinggal pohonnya saja dan getahnya masih menitis.
Ada kecurigaan ,dugaan pelakunya adalah penggalas pisang yang selalu membeli pisang langsung ke ladang warga.
Namun kecurigaan itu tak bisa dibuktikan,sebab penggalas pisang tersebut modusnya membeli pisang keliling dari pekebun lain, tambah Kamiran.
Suriadi pemilik 3 Ha kebun pisang barangan di Tasik Malaya,Desa Air Joman mengaku, sudah berusaha menambah tenaga penjagaan di perbatasan ladangnyaâ€. Apesnya dijaga di depan, malingnya masuk dari belakang sepertinya kucing kucingan dengan malingnyaâ€, kata Suriadi.
Pekebun pisang di Air Joman berharap polisi bisa memberikan solusi untuk kenyamanan petani pisang di Air Joman. (A05/c)