Herman Jaya: Masalah Pupuk Hingga Listrik Mendera Warga Gunungsitoli

* Wali Kota Lakhomizaro Perintahkan Periksa Penyalur Pupuk
Redaksi - Rabu, 19 Februari 2020 17:01 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_7566_Herman-Jaya--Masalah-Pupuk-Hingga-Listrik-Mendera-Warga-Gunungsitoli.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto: SIB/Riswan H Gultom
ASPIRASI: Herman Jaya Harefa (kanan) menyampaikan draft aspirasi masyarakat kepada Lakhomizaro Zebua, yang terhimpun pada masa reses, Selasa (18/2). 

Gunungsitoli (SIB)

Setelah menyerap aspirasi warga dalam masa reses beberapa waktu terakhir, Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli Herman Jaya Harefa SPdK mengatakan, sejumlah persoalan masih mendera warga dan perlu penanganan mendesak.

Herman yang ditemui pada rapat paripurna di DPRD, Selasa (18/2) menjelaskan, persoalan dimaksud antara lain air bersih, listrik, pupuk, perekonomian warga dan lainnya.

Disebutkannya, jika kemarau, persediaan air bersih di desa-desa akan kritis. Warga pun kesulitan mencari air untuk kebutuhan rumah tangga. Warga terkadang harus membeli air untuk sekedar mencuci dan menanak nasi sehingga menjadi persoalan baru. Untuk hal ini Pemko Gunungsitoli diminta bersinergi dengan Kementerian PUPR dalam melobi dana pembuatan sumur secara menyeluruh.

Pasca kedatangan Presiden Jokowi ke Nias dan mencanangkan mega pembangunan untuk menyediakan listrik surplus, ternyata hingga kini distribusi kepada masyarakat masih bermasalah karena sering padam. Herman mengajak Pemko agar bersama-sama kembali mengingatkan presiden.

Kemudian hal pelik lainnya, Herman menilai keberadaan pupuk bersubsidi hak petani hilang di pasaran, namun terkadang diecer di kios-kios tertentu. Sejumlah pihak menuding mafia pupuk subsidi bermain di wilayah Gunungsitoli. "Kami minta Pemko menginvestigasi masalah ini," katanya.

Hal yang sangat serius lainnya adalah persoalan ekonomi masyarakat. Herman mendesak Pemko agar memanfaatkan dana desa memperbaiki kehidupan masyarakat. Ia mendorong dinas terkait aktif mengimbau desa-desa membentuk BUMDes, sehingga ada suatu badan hukum yang mengelola hasil-hasil pertanian, lembaga Diklat hingga wadah pelatihan bercocok tanam serta pemberdayaan.

Sementara, Wali Kota Ir Lakhomizaro Zebua dalam rapat hasil reses merespon persoalan sosial yang diutarakan Herman. "Persoalan listrik dikatakan akan dibenahi secara bersama dengan melibatkan instansi terkait. Sementara soal hilangnya pupuk, Lakhomizaro langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan inventarisir.

Demikian soal air dan lainnya, wali kota menerima masukan yang akan dibahas bersama jajarannya. "Terimakasih segala masukan dari masyarakat. Kita akan mengerjakannya bersama-sama," katanya. (BR9/q)

Berita Terkait

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Martabe

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Martabe

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Martabe

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor