Kotapinang (SIB)
Sensus Penduduk (SP) tahun 2020 secara online dalam rangkaian pendataan jumlah penduduk di Indonesia saat ini sudah dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sejak 15 Februari 2020 lalu.
Namun masih banyak warga Kabupaten Labusel tidak memahami cara menginput data, karena minimnya sosialisasi yang dilakukan BPS Kabupaten Labusel.
Salah seorang warga Ismail (30) warga Lingkungan Kalapane, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang mengaku tidak mengetahui tata cara pengisian data sensus secara online tersebut.
"Katanya isi datanya online. Tapi nggak tahu cara mengisinya, makanya sampai sekarang belum diisi," ungkapnya kepada SIB, Selasa (18/2).
Dia berharap, agar pemerintah lebih giat mensosialisasikan program itu. Menurutnya, masyarakat tidak akan mampu mengisi sendiri sensus penduduk tanpa bimbingan petugas, apa lagi warga pun tidak mengetahui perangkat yang digunakan untuk melakukan penginputan data tersebut.
Warga lainnya Juraidin (55) tinggal di Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungaikanan juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, warga sebenarnya sangat ingin pro-aktif dalam mensukseskan program tersebut, namun informasi yang diterima sangat minim.
"Saya saja mengetahuinya dari berita-berita di daerah lain. Tapi itu tadi, kami nggak mengerti cara menginput datanya," katanya.
Kepala BPS Labusel, Ahmad Zainal Sagala yang dikonfirmasi mengatakan, mereka sudah mensosialisasikan sensus penduduk 2020 sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, sosialisasi tersebut melalui baliho, spanduk, dan poster di sejumlah lokasi. Namun kata dia, untuk sosialisasi teknis penginputan data masih akan dilakukan pembahasan. Menurutnya, sensus penduduk online itu dimulai, pada Sabtu 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020.
"Selanjutnya, akan dilakukan sensus wawancara. Mengenai teknis pengisiannya besok akan dilakukan rapat kordinasi di kantor Bupati," katanya. (L06/d)