Gunungsitoli (SIB)
Sebanyak 65 unit rumah di Gunungsitoli rusak akibat dihantam angin puting beliung yang melanda wilayah itu, Rabu (19/2) dini hari.
Pantauan di lapangan, angin yang berhembus kencang merusak rumah secara sporadis di bagian atap, dinding peranca dan lainnya.
Material rumah beterbangan ke berbagai penjuru, bahkan sempat mengganggu arus lalu lintas. Sat Lantas Polres Nias pun terlihat sibuk mengatur lalu lintas.
Kadis Sosial Gunungsitoli, Kasieli Zega mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan angin, kemudian berkordinasi untuk menentukan apakah bencana yang terjadi dapat dikategorikan sebagai bencana daerah.
Penentuan bencana daerah menurutnya untuk bisa memberikan bantuan yang lebih layak kepada para korban sesuai kriteria kerusakan. "Kita bisa memberikan bantuan, tetapi jumlahnya tidak memadai. Harus berkoordinasi untuk menentukan status bencana," jelasnya.
Sementara Camat Gunungsitoli, Mario Zebua memberitahukan, ada empat desa yang terkena dampak angin puting beliung menyebabkan rumah rusak antara lain Desa Moawo, Saewe, Hilihao dan Kelurahan Ilir. "Kita masih melakukan pendataan rumah rusak dan warga yang terluka," terangnya.
Data dari Mario, rumah yang rusak di Kelurahan Ilir 3 unit, Desa Moawo 32 unit, Desa Saewe 20 rumah dan di Desa Hilihao 10 unit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (BR9/d)