Sidikalang (SIB)
Penguna jalan mengeluhkan kondisi jalan penghubung Desa Lau Njahar 1 dengan Lau Njuhar 2 Desa Mangan Molih, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi yang sudah rusak berat. Akibatnya, kendaraan pengangkut hasil pertanian sering terperosok.
Keluhan itu diungkapkan Rikwan Maha seorang sopir pengangkut hasil pertanian, Rabu (19/2) melalui telepon. Disebutnya, kondisi jalan penghubung Lau Juhar 1 dan Lau Njuhar 2 tersebut sudah belasan tahun rusak. Kini jalan sudah berubah menjadi jalan tanah.
Jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan, sehingga kondisi sangat memprihatinkan. Panjang jalan rusak dari Lau Njuhar 1 menuju Lau Njuhar 2 sekitar 10 kilometer.
Setiap hujan, katanya, badan jalan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian. "Mobil pengangkut hasil pertanian kerap terperosok saat hujan," ucapnya.
Sopir dan warga sering bergotongroyong menutup badan jalan berlubang, agar bisa dilalui kendaraan. Di lokasi itu ada perbaikan, tetapi terkesan dilompat-lompat dan volumenya juga tidak panjang.
Saat ini, Desa Lau Njuhar 1 sedang musim panen jagung. Dua hari lalu, truk pengangkut jagung terperosok. Sehingga hasil pertanian itu tertunda diantar ke Medan. "Baru sore ini, mobil itu bisa lewat dari jalan rusak tersebut," ucapnya.
Diharapkan pemerintah segera memerbaiki jalan di desa itu. Sehingga petani tidak kesulitan menjual hasil pertanian. Apa lagi daerah itu, penghasil jagung. "Kita berharap jalan tersebut segera diperbaiki," ucapnya. (K05/q)