Tokoh Masyarakat: Capaian Kinerja 40 Persen Indikator Kegagalan Bupati Nias Barat

*Bupati Enggan Menanggapi
Redaksi - Jumat, 21 Februari 2020 17:25 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_1380_Tokoh-Masyarakat--Capaian-Kinerja-40-Persen-Indikator-Kegagalan-Bupati-Nias-Barat.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
simulasikredit.com
Ilustrasi

Nias Barat (SIB)

Pidato Bupati Nias Barat Faduhusi Daely pada syukuran tahun baru beberapa waktu lalu yang mengatakan, capaian visi misi baru mencapai 40 persen merupakan suatu indikator kegagalan. Demikian tanggapan Tokoh Masyarakat A Aroziduhu Gulo menyikapi permasalahan pembangunan Nias Barat, Senin (17/2) kemarin.

Ia juga merasa aneh, pernyataan bupati tidak dijelaskan, apakah capaian visi misi itu dalam 5 tahun atau jangka panjang. "Bupati hanya mengatakan bahwa membangun Nias Barat butuh waktu 20 tahun," ujarnya.

Slogan bupati bersama wakilnya saat memimpin adalah "Berdaya", jika diartikan secara umum, berdaya berarti masyarakat dapat menikmati produk yang dihasilkan, mempunyai kemampuan merencanakan hingga menikmati, lalu melestarikan produk hingga ke generasi.

Sementara dikatakan, berdasarkan tanggapan DPRD Nias Barat atas LKPJ Bupati dua tahun berturut-turut, capaian hanya 37 Persen. Lalu terakhir statemen capaian 40 persen menunjukkan bahwa visi-misi dalam RPJMD bupati wakil bupati Nias Barat periode 2016-2021 belum sampai passing grade.

"Pencapaian kenerja 40% indikator kegagalan. Slogan masyarakat Nias Barat "berdaya” belum terwujud," sebutnya sembari menegaskan, perlu akselerasi pembangunan TA 2020 dan 2021.

Ditambahkan bupati Nias Barat periode 2011-2016 ini, ia tidak pesimis soal maksimal pembangunan di sisa waktu pemerintahan bupati Faduhusi kurang lebih setahun lagi, namun melihat fakta, kondisi keuangan daerah yang masih devisit membuat semua seakan sulit. "Seperti yang diberitakan banyak media tempo lalu termasuk SIB, utang kepada rekanan masih ada yang belum dibayar, ditambah administrasi pemerintahan belum teratur, contoh pemakaian stempel BKD Nisel pada petikan surat keputusan Bupati baru baru ini," jelasnya.

Sementara ketika ditanyakan tudingan A Aroziduhu Gulo kepada Bupati Faduhusi, ia enggan memberi jawaban gamblang. Melalui pesan WhatsApp, Faduhusi hanya mengatakan jika ia hanya memberitahu sekilas capaian visi misi pada sambutan di suatu acara. Sementara ketika ditanyakan penjabarannya, Bupati Faduhusi tidak merespon. (BR9/q)

Berita Terkait

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Martabe

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Martabe

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Martabe

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor