Sidikalang (SIB)
Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi akan memetakan sekolah yang jumlah gurunya kurang. Hal itu dikatakan Kepala BKPSDM, Dapot Tamba, Rabu (19/2) di Sidikalang.
Pemetaan dilakukan untuk pemerataan guru setiap sekolah, mengingat masih banyak Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang gurunya kurang. Dapot membenarkan sejumlah SD di Dairi hanya memiliki guru PNS satu dan dua orang.
Untuk menanggulangi itu, harus dilakukan pemetaan sekolah mana saja yang gurunya kurang dan lebih. Sehingga bisa dilakukan mutasi. Lanjutnya, BKPSDM juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Dairi. Pembukaan pelamaran CPNS juga bagian dari penanggulangan kekurangan guru di Dairi.
Sebelumnya, Kepala Desa Bakkal Gajah Humitar Sitorus mengeluhkan guru PNS SD di desa itu hanya satu orang. Sebelumnya, guru di sekolah itu ada 4 orang PNS, tetapi sudah pensiun 3 orang dan satu di antaranya kepala sekolah.
Kekurangan guru PNS di sekolah itu sudah beberapa kali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, agar kekurangan guru di SD Bakkal Gajah disikapi segera. Tetapi sampai sekarang, belum ada kepala sekolah definitif.
Proses belajar mengajar sempat memprihatinkan, karena tidak ada guru. Pihak sekolah, orangtua siswa serta kepala desa menyikapi kekurangan guru tersebut, dengan merekrut tenaga honorer. Namun, bagaimana peningkatan kualitas pendidikan anak, guru yang direkrut belum berlatar belakang pendidikan sarjana.
Kepala Bidang Pendidikan SD pada Dinas Pendidikan Dairi, Elvis Panggabean mengatakan, tenaga pendidik/guru untuk tingkat pendidikan SD di Dairi sangat kurang. Jumlah guru PNS yang mengajar di SD sebanyak 1.706 orang, dengan jumlah SD 244 sekolah per Januari 2020.
Saat ini, masih terdapat SD yang guru PNS-nya hanya satu orang yaitu kepala sekolah. Hal itu terdapat pada SD Kuta Karangan dengan jumlah siswa 45 orang, SD Parbuluan Sitohang dengan jumlah siswa 61 orang, SD Sonsang dengan jumlah siswa 53 orang, SD 23 Sumbul dengan jumlah siswa 47 orang, SD 72 Soban dengan jumlah siswa 45 orang, SD Lau Pangkeruken dengan jumlah 51 orang. Dan masih terdapat SD lain, yang guru PNS-nya 2-6 orang.
Padahal, seyogianya satu SD harus memiliki minimal 11 guru PNS, dengan rata-rata 6 rombongan belajar (rombel). Bahkan di Kecamatan Pegagan Hilir terdapat 60 orang guru PNS di 17 sekolah dasar.
Menanggulangi kekurangan guru, Dinas Pendidikan juga akan melakukan grouping/ pengelompokan sekolah yang berdekatan. "Pengelompokan akan terus berlanjut. Fokus pada sekolah yang berdekatan," ucapnya. (K05/q)