Hampir Semua Bahan Pangan Didatangkan dari Luar Pulau

* Herman Jaya : Manfaatkan Dana Desa, Bangun Perekonomian Warga
Redaksi - Jumat, 21 Februari 2020 17:42 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_6642_Hampir-Semua-Bahan-Pangan-Didatangkan-dari-Luar-Pulau-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
harnas.co
Ilustrasi

Gunungsitoli (SIB)

Sistem perekonomian masyarakat di Kota Gunungsitoli belum begitu semarak. Pengelolaan sumber daya alam di berbagai sektor belum maksimal, sehingga bahan-bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat sebagian besar didatangkan dari luar pulau. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli, Herman Jaya Harefa, Kamis (20/2).

Persoalan ini dikatakan telah terjadi sejak lama, sehingga bukan dibebankan kepada kesalahan beberapa pihak saat ini.

Padahal menurutnya, Nias khususnya Gunungsitoli merupakan salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang tidak bisa disepelekan. Lahan pertanian terhampar luas, lokasi perikanan laut dimana mana, obyek wisata menjanjikan dan sebagainya.

Persoalan yang mendera tidak boleh berlanjut. Pemangku kebijakan di daerah, stakeholder, juga DPRD harus bekerja merumuskan dan membenahi kesejahteraan masyarakat.

Saat ini dikatakan, Pemko Gunungsitoli dan masyarakat harus memanfaatkan dana desa membangun perekonomian. Herman meminta agar dilakukan pembentukan BUM-Des secara massal, sehingga diharapkan badan ini berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa yang akan berimbas ke kota dan daerah sekitar.

BUM-Des menurutnya telah teruji efektif membangun perekonomian masyarakat. Seperti banyak di pulau Jawa, BUM-Des berhasil mengangkat industri rumah tangga menjadi perusahaan dengan pengelolaan intensif. Mendesain kawasan pertanian menjadi wisata desa, serta banyak UMKM dibina menjadi usaha beromset ratusan juta bahkan miliaran.

"Tidak ada bedanya pengelolaan BUM-Des di daerah lain dan di Gunungsitoli. Demi mengejar ketertinggalan, kita mendorong agar Pemko melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa mengimbau tiap desa membentuk BUM-Des," imbaunya.

Badan ini nantinya akan leluasa bergerak melakukan penguatan penguatan SDM di desa, wadah Diklat petani, pengangguran dan ibu rumah tangga. Kemudian jika memungkinkan dapat melakukan aktifitas yang mengasilkan laba seperti mengolah areal pertanian, obyek wisata dan lainnya.

Dengan pengelolaan yang baik dibarengi AD/ART yang kuat, BUM-Des diyakini akan berkembang, mampu mengajak masyarakat berkarya positif hingga mensejahterakan keluarga masing-masing.

Wali kota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua merespon usulan Herman Jaya. Dalam rapat paripurna di DPRD Selasa lalu, wali kota menginstruksikan jajarannya mengakomodir masukan DPRD, termasuk pendirian BUM-Des. (BR9/q)

Berita Terkait

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Martabe

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Martabe

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Martabe

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor