Kotapinang (SIB)
Sepuluh tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini Pemkab Labusel belum memiliki Rumah Potong Hewan (RPH), pedagang dan peternak yang ada terpaksa menyembelih hewannya secara pribadi.
Akibatnya semua daging yang dipasarkan tidak dapat dipastikan aman, sehat, utuh dan halal. Hal itu diungkapkan salah seorang peternak lembu dan kambing di Desa Mampang, Kecamatan Kotapinang, Afifuddin Nasutio (40) kepada SIB, Kamis (20/2).
Menurutnya, selama ini di Labusel hanya memiliki Tempat Pemotongan Hewan (TPH) pribadi, sehingga pengawasan kesehatan hewan sulit dilakukan. Padahal lanjut dia, pemerintah daerah (Pemda) menurut UU No 18/2009 dan PP No 22/1983 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner, wajib menyediakan RPH. Dalam peraturan itu jelas diatur bupati/wali kota wajib menyediakan RPH untuk menyediakan pangan yang aman.
"Makanya kami selaku peternak menyarankan Pemkab menyediakan RPH yang representatif," katanya.
Dia mengungkapkan, setiap harinya pedagang memotong beberapa ekor lembu dan kambing. Semuanya kata dia, dilakukan pedagang secara pribadi, sehingga kesehatan dan kehalalannya belum terjamin. Padahal kata dia, keberadaan RPH juga dapat meningkatkan PAD Labusel untuk kepentingan pembangunan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Labusel, Asni SP yang dikonfirmasi mengakui tidak adanya RPH tersebut. Selama ini kata dia, pemotongan hewan masih dilakukan di TPH pribadi pedagang daging maupun peternak.
Disebutkan, dulunya di Kecamatan Kotapinang memang memiliki RPH di kawasan Jalinsum-Simaninggir, Kelurahan Kotapinang. Namun kata dia, RPH peninggalan Pemkab Labuhanbatu itu sudah belasan tahun tidak digunakan dan bermasalah pada alas haknya.
Saat ini lanjutnya, Pemkab Labusel memang sudah memikirkan untuk membangun RPH. Namun, rencana tersebut masih terganjal masalah lahan, karena yang dibutuhkan seluas 2 hektar yang arealnya memiliki pembuangan limbah yang baik.
"Lahannya belum ada. Kalau anggaran untuk membangunnya tidak ada masalah. Makanya saat ini kami masih mencari lahan yang representatif untuk dibangun RPH," katanya. (L06/q)