Akhirnya BBPJN Wilayah II Pasang Rambu di Jalan

Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 18:08 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_7488_Akhirnya-BBPJN-Wilayah-II-Pasang-Rambu-di-Jalan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Marlinto Sihotang
HIMBAUAN : Kertas spanduk sebagai himbauan yang dipampangkan di jalan nasional Kabanjahe-Merek-Pematangsiantar, Jumat (20/2). 

Tanah Karo (SIB)

Pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Medan akhirnya memasang kertas spanduk sebagai rambu-rambu terkait adanya lubang yang dalam serta aliran air pada bahu jalan nasional di KM 86-87 Jalan Kabanjahe-Merek-Pematang Siantar, persisnya di wilayah Pengkih, Desa Sukadamai, Kecamatan Tigapanah, Jumat (20/2).

Hal ini menyusul pemberitaan SIB terkait kondisi bahu (beram) jalan yang dapat mengakibatkan korban kecelakaan fatal dan tragis. Disiarkan sebelumnya, di beberapa titik jalan nasional Kabanjahe-Merek-Pematangsiantar, terdapat bahu jalan yang menjadi lobang dengan kedalaman mencapai 1 meter, yang siap memangsa pengendara. Selain itu, bahu jalan itu juga menjadi aliran air bila hujan turun melanda di daerah itu.

Keadaan ini seperti berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal dan tragis. Bahu jalan di daerah ini banyak yang rusak sehingga pinggir aspal jalan berlubang-lubang dengan kedalaman mencapai 1 meter. Akibat bahu jalan yang rusak, jalan nasional ini terkesan sempit.

Di beberapa titik, posisi jalan yang menikung dan sedikit menanjak, menjadikan ruas jalan ini angker dan menakutkan pengendara.

Salah satu pengendara yang melintas saat itu, Jon Ginting (43) didampingi rekannya Marlin S (31) mengatakan, sangat takut melintas di jalan ini, terlebih-lebih saat bertemu truk atau bus. "Truk dan bus umumnya enggak mau mengalah. Sebab, mereka menghindar juga supaya enggak masuk beram jalan. Kalau tidak berhati-hati saat papasan dengan truk atau bus, bisa-bisa kita yang masuk beram," kata Ginting.

Pasca diberitakan, terlihat kertas spanduk yang ditempel di kayu dipampangkan di lokasi sebagai himbauan hati-hati terhadap pengendara. Spanduk yang dipasang sebanyak dua.

Sementara itu warga sekitar yang sedang melaksanakan aktivitas berladang di daerah itu berharap pihak balai segera memperbaikinya. Bukan sekedar hanya memasang kertas himbauan, karena kondisi itu sangat membahayakan. (K02/q)

Berita Terkait

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Martabe

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Martabe

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Martabe

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor