Angin Puting Beliung Kembali Melanda Gunungsitoli dan Tapsel

Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 16:44 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/02/_1514_Angin-Puting-Beliung-Kembali-Melanda-Gunungsitoli-dan-Tapsel.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ant/Ho
TUMBANG : Atap seng rangka baja lapangan Futsal milik Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan rata dengan tanah setelah disapu Angin Puting Beliung pada, Sabtu (22/

Gunungsitoli (SIB)

Angin puting beliung kembali terjadi di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, dan kali ini merusak sejumlah kios milik warga yang ada di lokasi relokasi pedagang Pasar Nou atau eks terminal Gunungsitoli, Sabtu dinihari (22/2).

Hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa kerugian para pedagang akibat angin puting beliung yang merusak kios mereka, dan tidak ada korban jiwa atau yang terluka akibat kejadian tersebut.

Petugas jaga malam lokasi relokasi pedagang Pasar Nou Kristian Hulu di Gunungsitoli mengatakan angin puting beliung terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 4.50 WIB.

Saat menjalankan tugasnya jaga malam bersama iparnya Adven Duha, tiba tiba angin kencang dan berputar putar menghantam pagar lokasi relokasi yang terbuat dari seng hingga hampir roboh.

Kemudian angin puting beliung menghantam beberapa kios warga sehingga seng sejumlah kios terangkat ikut terbang.

Takut turut menjadi korban, mereka yang sedang jaga malam kemudian kabur menyelamatkan diri.

"Melihat angin puting beliung mengangkat seng kios, kami berdua kabur menyelamatkan diri takut terkena seng yang terangkat angin dan jatuh menimpa rumah warga," katanya.

Bahkan, menurut Kristian Hulu, seng yang terangkat ke atas dibawa angin puting beliung juga mengenai kaca rumah warga yang ada di sekitar lokasi eks terminal hingga pecah.

Sebelumnya, pada Rabu (19/2) angin puting beliung juga merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Puting Beliung di Tapsel

Sementara itu, di Tapanuli Selatan, puting beliung menumbangkan atap rangka besi lapangan Futsal Desa Gapuk Tua, Kecamatan Marancar di Wilayah ini.

“Kejadiannya sekira pukul 14.53 WIB,” kata Kepala Desa Gapuk Tua Arif Ritonga yang menghubungi, Sabtu (22/2).

Selain menghantam atap lapangan Futsal yang dibangun dari Dana Desa tahun 2018 dengan dana ratusan juta, angin juga menyapu sejumlah batang pohon milik warga.

“Pohon-pohon karet, pohon aren bertumbangan, seng-seng rumah warga banyak beterbangan disapu angin kencang,” katanya.

Dia mengatakan, sejauh ini tidak ia ketahui ada korban jiwa akibat peristiwa yang datang dengan tiba-tiba tersebut.

“Kami (masyarakat) hanya bisa pasrah dan ketakutan serta berdoa agar puting beliung seperti ini tidak datang lagi,” ucapnya.

Kerusakan belum diketahui secara rinci, sementara dapat diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta. (Ant/d)

Berita Terkait

Martabe

Pedagang di Tapteng Sebut Harga Komoditas Belum Stabil

Martabe

Kinerja 100 Hari, Polrestabes Medan Ringkus 718 Tersangka Narkoba. Sita 156 Kg Sabu

Martabe

Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Selama Ramadhan

Martabe

Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid

Martabe

Sungai Simanggar Alami Sedimentasi, Bupati Batubara Minta Penanganan Cepat PSDA Provinsi Sumut

Martabe

Sebulan Diburon, Polsek Tanjungmorawa Tangkap Pelaku Curanmor