Parapat (SIB)
Akibat mewabahnya virus corona, ekspor udang lobster Danau Toba yang sebelumnya laris manis di pasaran luar negeri saat ini menurun drastis.
"Sebelum virus corona mewabah, pengiriman udang lobster Danau Toba 300 kilogran perhari ke Medan untuk dikirim ke berbagai negara. Namun saat ini menurun drastis hingga 3 kali pengiriman perbulan, itupun jikalau ada permintaan saja," ujar Pengepul udang lobster Linda Boru Silitonga di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Minggu (23/2).
Linda menyampaikan akibat menurunnya permintaan udang lobster, sejumlah nelayan udang lobster di Danau Toba saat ini kekurangan mata pencaharian karena para agen tidak menampung hasil nelayan udang akibat tidak ada permintaan barang.
Linda mengatakan, selain orderan barang menurun drastis, harga udang lobster Danau Toba juga turut menurun sangat tajam, sebelumnya Rp 120 ribu perkilogram menjadi Rp 40 ribu perkilogram. "Itupun kalau ada yang meminta barang, kalau tidak ada, terpaksa harus ditahan dan resiko kematian sangat tinggi," katanya.
Linda mengungkapkan saat ini pengepul besar tidak menampung udang dengan alasan masih tutup akibat dampak mewabahnya virus corona hingga ke berbagai negara.
Sementara itu nelayan udang lobster Danau Toba Maruba menyampaikan untuk saat ini para nelayan banyak memilih untuk libur karena udang lobster tidak laku di pasaran. (S12/q)