Simalungun (SIB)
Untuk memasyarakatkan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pematangsiantar, ragam kegiatan dibuat pimpinan di lembaga yang memiliki 2100 warga binaan itu seperti pembuatan roti, salon kecantikan, barber shop dan menjahit baju.
Hal itu diungkapkan Kalapas Porman Siregar didampingi Hiras Silalahi selaku Humas, kepada wartawan di lokasi pabrik roti Lapas tersebut, Selasa (25/2).
Porman menambahkan, pengadaan pabrik roti ini sepenuhnya didanai keuangan Koperasi Lapas Siantar. Kemudian pembuatan (pekerja) ditangani warga binaan putri yang dibina ahli roti selaku pihak ketiga.
“Pabrik roti ini sudah tiga bulan dan kini sudah ditangani sepenuhnya oleh warga binaan setelah mendapat pelatihan dari ahli rotiâ€, sebut Porman.
Kini roti buatan "Lapatar Bakery" Lapas Siantar pemasarannya sudah mulai lancar ke rumah-rumah makan Siantar dan Simalungun. "Kalau ada acara di Lapas ini kami tidak lagi belanja “snack†ke luar karena di Lapas ini sudah tersedia", ucap Porman bangga.
Begitu juga dengan pengadaan salon kecantikan dan barber shop menurut Porman Siregar penanganannya sepenuhnya ditangani para warga binaan. Sementara itu segala peralatannya didanai oleh Koperasi pegawai Lapas Siantar.
Menurut Porman pengadaan berbagai kegiatan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dalam bidangnya masing-masing dan jika kelak sudah bebas menjalani hukumannya, yang bersangkutan sudah memiliki keahlian, ucap Porman.(S03/c)
Salon Kecantikan : Tampak seorang warga binaan sedang bersalon di salon kecantikan milik Lapas Siantar, Selasa (25/2). (Foto : SIB/Roida Siahaan)