Kisaran (SIB)
Petani di Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan pada pertengahan Februari ini sudah mulai melaksanakan panen padi. Namun panen raya akan dilakukan serentak di 7 desa pada bulan Maret sehingga mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Junet, salah seorang kelompok tani kepada SIB, Selasa (25/2) menuturkan, memasuki musim tanam padi pertama 2019 lalu, kelompok tani di daerah ini memang tidak bisa melaksanakan tanam padi serentak mengingat keterbatasan stok air serta saat itu masih suasana menyambut natal (Desember), sehingga dibeberapa tempat para petani terpaksa mempercepat musim tanam pertama dan beberapa minggu kemudian, musim tanam dilaksanakan di desa-desa lainnya.
Beberapa dusun yang melaksanakan musim tanam pertama , lanjut Junet, pada pertengahan Februari ini sudah melaksanakan panen. Hal itu bisa dilihat di Desa Rawang pasar VI dan Desa Rawang Baru dan hasilnya juga baik. Diperkirakan, panen raya akan dilaksanakan pada pertengahan Maret. “Kami bersyukur tanaman padi tidak terserang hama maupun penyakit tanaman sehingga bisa memberikan keuntunganâ€, ucap pemilik lahan seluas 2 ha itu.
Hal senada dikatakan J Sianturi yang telah melaksanakan panen. Dia yang tergabung dalam kelompok tani mengaku, pendapatan ekonomi mereka meningkat, sebab produktivitas pangan pada musim panen kali ini rata rata 8 ton gabah basah per hektare. Jika diasumsikan, petani menjual gabah basah Rp 5000/kg dengan produktifitas 8 ton maka penghasilan total petani bisa mencapai Rp 40 juta/hektar. Hal itu tidak terjadi pada musim sebelumnya, musim tanam tahun lalu di Rawang pasar VI dan Rawang Baru , produktivitas per hektarnya menurun, karena terserang hama, ucap Sianturi.
M Kahar, Sekretaris Kecamatan saat dikonfirmasi membenarkan. Dikatakaannya, dibeberapa tempat, para petani sudah melaksanakan panen. Namun dibeberapa desa lainnya masih banyak yang belum panen. Diperkirakan, panen raya padi dilaksanakan pertengahan Maret ini, ujar Kahar. (A04/c)