Pematangsiantar (SIB)- Sebanyak 243 sekolah di Kota Pematangsiantar diproyeksikan untuk mulai menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2014.Demikian disampaikan Kadis Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi (Kabid Dikmenti) , Drs Tolopan Doloksaribu, di ruangan kerjanya, Jumat (24/1). Menurutnya, dari 243 sekolah tersebut terdiri dari sekolah dasar (SD) Negeri-Swasta sebanyak 163, sekolah menengah pertama (SMP) sederajat sebanyak 50, sekolah menengah atas (SMA) sederajat sebanyak 30."Kurikulum 2013 ini jelas berbeda dengan kurikulum lama. Kurikulum 2013 ini, pesan besarnya adalah menjadikan sistem pendidikan sebagai sarana mengantarkan insan Indonesia menjadi pribadi yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif," jelasnya.Secara teknis, kata Tolopan Doloksaribu, memang tidak ada perubahan yang secara radikal bisa dirasakan oleh siswa, karena baik mata pelajaran maupun pengelompokan tidak ada yang berubah. "Ya, pengelompokan tetap IPA, IPS, Bahasa, dan lain sebagainya, begitu juga mata pelajaran tidak banyak berubah," jelasnya.Perubahan signifikan, kata Tolopan adalah pada sistem pembelajaran yang lebih mengutamakan pada dorongan untuk mengembangkan nalar siswa. Dan sistem baru ini nanti juga akan lebih mengedepankan siswa untuk selalu bertanya, dan terbiasa observasi. " Guru harus bisa merubah pola pikir siswa dan membiasakan siswa untuk membentuk team learning," katanya.Lebih lanjut Tolopan mengatakan, selain untuk menerapkan siswa untuk lebih produktif, dalam kurikulum 2013 juga terlihat adanya konsep penyederhanaan, karena memang target lulusan sistem pendidikan saat ini adalah untuk menguatkan kompetensi inti setiap siswa, yaitu spritual, kognitif,afektif, dan psikomotorik."Ya itu terasa betul untuk tingkatan SD. Selain itu memang kurikulum baru ini memang menitikberatkan talenta anak sehingga sudah diberikan option saat sejak SMP di bidang apa minat seorang anak," jelasnya.Tolopan juga menambahkan dengan adanya beberapa kali pertemuan serta pendidikan pelatihan yang dilakukan Dikjar tahun 2013 tentang penerapan kurikulum 2013, pada prinsipnya pihak sekolah sudah bisa mempersiapkan segala sesuatunya. " Dinas kami siap untuk membantu sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang ada di kami," katanya.Namun demikian, Tolopan Doksaribu juga mengakui, pihaknya masih menghadapi beberapa kendala dalam penerapan kurikulum 2013, yaitu kendala masalah pola pikir dan karakter guru dari pola pengajaran lama menjadi sesuai sistem kurikulum baru. “ Dalam menerapkan kurikulum tersebut kami harus terlebih dulu merubah pola pikir guru dalam proses pembelajaran, sebab guru tidak lagi hanya melakukan ceramah di depan kelas, akan tetapi guru harus bisa mendorong dan memotivasi siswa untuk aktif dan kreatif,†tandasnya. (C7/c)