Pengungsi Sinabung Tak Manfaatkan Bilik Asmara

- Senin, 27 Januari 2014 16:11 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Pengungsi-Sinabung-Tak-Manfaatkan-Bilik-Asmara.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Int
Ilustrasi
Medan (SIB)- Sudah empat bulan lebih warga lereng Gunung Sinabung mengungsi dari bencana erupsi. Beribu bantuan datang dari penjuru negeri untuk stok kebutuhan dasar para pengungsi.Mulai dari makanan dan minuman, sampai ke pakaian dalam sudah agak mencukupi. Ada satu kebutuhan lagi yang belum terdeteksi untuk pengungsi yang merupakan pasangan suami istri.“Sebenarnya kita sudah sediakan dua bilik asmara bagi para pengungsi di beberapa pengungsian. Tapi mungkin mereka malu atau gimana sehingga tak memakai itu,” ujar Kordinator Tagana Langkat M Ahyar di Posko Dapur Umum Dinsos Sumut, Jl Veteran, Kabanjahe, Sumatera Utara, Jumat (24/1).Sebelumnya Ahyar pun pernah menolong seorang ibu yang melahirkan di Langkat. Bayi itu pun diberi nama ‘Tagana’ oleh orang tuanya.Pengungsian yang penuh sesak sekalipun dapat menjadi tempat melahirkan. Berbeda dengan nasib bilik asmara yang belum digunakan.“Tak terpikirlah aku untuk seperti itu. Lagi pula pengungsian kami kan tempat ibadah, sebagian besar pengungsian itu tempat ibadah. Ada Masjid, ada Gereja, tak mungkin dipakai seperti itu,” kata Heltinus Sembiring di Posko Pengungsian Masjid Agung, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara.Jumlah pengungsi di Masjid Agung ada 750 orang. Tiap-tiap keluarga diberi petak sebesar 2 x 3 meter persegi. Ada pula Posko Kesehatan yang lengkap dengan berbagai obat-obatan.“Memang itu (bilik asmara) kebutuhan pasangan suami istri. Walaupun sudah lebih tiga bulan, itu tak terpikir oleh kami. Yang kami pikir adalah bagaimana kami tinggal nantinya,” ujar pengungsi lainnya, Dapat Pelawi. (detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pemkab Tapteng Kembali Buka Posko Pengungsi GOR Pandan

Martabe

Dinkes Tapteng Siagakan Layanan Kesehatan Bagi Pengungsi

Martabe

Bupati Tapteng Pastikan Huntara Layak Dihuni Warga

Martabe

Polrestabes Medan–Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi Penanganan Pengungsi

Martabe

Kadinsos Tapteng Bantah Sajikan Makanan Basi ke Pengungsi

Martabe

Bupati Masinton Nyalakan Kembang Api di Posko Pengungsian