Nisel (SIB)- Kadis Pemanfaatan Sumber Daya Alam (PSDA) Nisel Yusuf Nakhe ST MM mengatakan, sekitar 70 % masyarakat yang tersebar di Nias Selatan (Nisel) belum menikmati penerangan listrik, Pemkab menyiasati dengan membangun pembangkit listrik Piko Hidro dan Mikro Hidro di sejumlah titik.Namun mengingat daya yang dihasilkan tenaga piko dan mikro terbatas, sebahagian besar masyarakat khususnya yang tinggal di pedalaman dan kepulauan terluar masih belum dapat menggunakan penerangan listrik dalam kegiatan sehari-hari.Begitu pun, kata pria yang juga menjabat Plt Kadis Pekerjaan Umum ini, Pemkab bekerjasama dengan pihak-pihak lain tetap mengembangkan piko dan mikro hidro. “Meski tidak dapat membutuhi seluruh masyarakat, terobosan ini sangat berguna, setidaknya sejumlah daerah yang tidak teraliri listrik terbantu penerangannya,†jelas Yusuf.Beberapa daerah yang dicoba disebutkan telah berhasil dan masyarakat menikmati penerangan, sistem managemennya pun dilakukan masyarakat sendiri.†Tenaga Piko Hidro telah kami dirikan dan berhasil di Hilismetano Balaeka, daerah itu yang dahulunya gelap di malam hari kini telah mendapat penerangan listrik,†terangnya. Hal tersebut pun dinilainya suatu prestasi yang membanggakan bagi pemanfaatan energi alam di Nisel, karena disebutkan kala itu program dimaksud jarang yang berhasil di nusantara, hanya di Nisel.Pemkab dikatakan terbuka dengan investor atau pihak lain yang bersedia berinvestasi di Nisel dalam upaya perbaikan dan menyemarakkan berdirinya jaringan listrik, sehingga secara lambat laun masyarakat di sudut Nisel terang dan mendukung aktifitas sehari hari, terutama mendukung perekonomian lewat industri kecil, mikro dan menengah. (C9/ r)