Petani dan Tengkulak Beras Diminta Tahan Diri Tak Ambil Untung Banyak

Redaksi - Minggu, 08 Agustus 2021 10:24 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir082021/_2586_Petani-dan-Tengkulak-Beras-Diminta-Tahan-Diri-Tak-Ambil-Untung-Banyak.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
(Foto: Okezone.com)
Ilustrasi Petani 

Jakarta (SIB)

Menko PMK, Muhadjir Effendy mengapresiasi langkah Pemkab Pandeglang yang memanfaatkan beras lokal dari petani untuk bantuan sosial (bansos). Muhadjir berharap bansos bisa terserap merata ke warga yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pos Pandeglang dan tempat penggilingan gabah di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Jumat (6/8). Muhadjir di sana juga menerima laporan terkait beras.

"Tadi saya diberitahu Bu Bupati, semua berasnya adalah produksi petani lokal. Dan ini penting, karena kita harapkan produksi petani di daerah itu betul-betul terserap dan termanfaatkan," kata Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/8).

Dengan memanfaatkan beras produksi petani lokal, menurut Muhadjir, akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Namun, dia mengingatkan agar petani lokal dan para tengkulak tidak meraup untung yang berlebihan di masa pandemi Corona ini.

"Sekarang ini Alhamdulillah kan harga gabah, harga beras sudah mulai naik. Saya mohon para petani dan tengkulak menahan diri untuk tidak mengambil untung banyak-banyak. Semuanya harus merasa prihatin," terangnya.

Muhadjir pun meminta kualitas beras di Kabupaten Pandeglang lebih ditingkatkan, terutama dalam penanganan pasca panen dan produksi. Sebab, menurut Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita, Kabupaten Pandeglang merupakan lumbung beras untuk Provinsi Banten.

"Tadi Bu Bupati sudah menyampaikan, di sini adalah penghasil padi surplus, hasil panen di sini surplus. Artinya ada beras yang bisa dijual ke luar. Dan itu supaya mampu bersaing kualitasnya harus bagus. Berasnya sudah bagus, tapi pasca panennya harus dibenahi," ujarnya.

Meski begitu, Muhadjir mengungkapkan beberapa kendala yang berkaitan dengan penggilingan gabah beras yang masih menggunakan mesin tradisional. Dia berharap kualitas beras bisa segera ditingkatkan.

"Tadi Bu Bupati juga sudah berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengolahan dari gabah menjadi beras supaya lebih baik. Karena kalau nanti pengolahan pasca panennya bagus itu beras dari Pandeglang ini bisa berkompetisi dengan beras dari daerah lain," ujarnya.

Selain itu, Muhadjir mengatakan mendapat laporan terkait masalah mesin pengering gabah. Dia mengungkapkan ribuan ton beras hasil panen sempat tidak bisa dibeli Bulog karena kandungan airnya masih di atas rata-rata yang ditetapkan Bulog.

Terkait itu, Muhadjir menyampaikan akan berusaha membantu mencarikan jalan keluar untuk masalah ini dan melaporkannya kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Nanti akan saya coba deh bicarakan dengan Pak Menteri Pertanian. Mudah-mudahan ada jalan keluar," pungkasnya. (detikcom/c)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Martabe

Pratikno Tinjau Banjir Tukka, Pemerintah Targetkan Pemulihan Dipercepat

Martabe

Wabup Tapteng Minta Pendataan Rumah Rusak Akibat Bencana Harus Sesuai Fakta

Martabe

Penanganan Pascabencana Humbahas Butuh Anggaran Rp 467 Miliar Lebih

Martabe

Menko PMK dan Kapolri Tinjau Penanganan Bencana Sumut dari Silangit Taput

Martabe

Kunjungi Tapteng, Menko PMK Sampaikan Perintah Presiden Kerahkan Kekuatan Nasional

Martabe

Rapat Menko PMK akan Bahas Kasus Siswa SD Dihukum di Medan