Pakpak Bharat (SIB)- Beternak lebah Madu salah satu peluang bisnis yang menjanjikan untuk menambah pendapatan bagi sebahagian masyarakat petani Kabupaten Pakpak Bharat. Salah seorang petani lebah madu R Berutu (49) warga Maneas Desa Ulumerah Kecamatan STTU Julu saat bincang bincang dengan SIB di penangkaran madunya Rabu (29/1) mengatakan, beternak lebah madu sudah dilakoninya secara turun temurun sejak jaman nenek moyangnya.Pada kesempatan itu, Berutu menerangkan cara memelihara lebah madu sehingga dapat menghasilkan madu lumanyan banyak. Kata Berutu untuk memelihara lebah madu sebenarnya tidak begitu sulit, pertama dibuat tempat pengembangan koloninya atau biasa disebut sangkarnya. Lalu mengambil kayu bulat membelahnya lalu mengorek bagian dalam kayu kemudian menyatukannya kembali hingga terbentuklah ruang tempat lebah untuk beranak pinak.Kayu berlubang tempat lebah bersarang ini biasa disebut penangkar lebah dan lebah yang sudah beranak pinak di penangkaran akan dipindahkan ketempat lebah yang bertelur untuk menghasilkan madu dan tempat tadi biasa disebut “stupâ€. Biasanya dalam setiap stup, ada seekor Ratu lebah yang mempunyai ribuan prajurit untuk mencari madu dari berbagai jenis batang pohon yang sedang berbunga seperti nangka, nopi, jagung, dadap dan kaliandara yang mempunyai rasa manisan. Sedangkan si Ratu lebah tugasnya hanya bertelur untuk menghasilkan anak baru supaya komunitas atau koloni lebah semakin lama semakin banyak.Lanjut Berutu, seorang petani lebah biasanya memiliki beberapa stup dengan maksud penghasilan dari beternak lebah madu dapat menghasilkan lebih banyak. Sebab setiap satu stup bisa menghasilkan sekali panen berkisar satu botol bir lebah madu dengan harga jual 100 ribu rupiah sehingga bila petani memiliki banyak Stup dengan sendirinya hasilnya juga banyak.(B7/ r)