Wabup Labuhanbatu Buka Forum Konsultasi Publik RPJMD 2021-2026

* Stunting dan Kematian Bayi Jadi Prioritas Program PKK
Redaksi - Jumat, 15 Oktober 2021 17:04 WIB
(Foto: Dok/Diskominfo)
RPJM: Wabup Labuhanbatu, Hj Ellya Rosa Siregar foto bersama Ketua TP PKK dr Hj Maya Hasmita SpOG, Kepala Bappeda, Hobol Rangkuti, Wakil Ketua DPRD, Abdul Karim Hasibuan dan lainnya, saat membuka forum konsultasi publik terkait rancangan

Rantauprapat (SIB)

Wakil Bupati (Wabup) Labuhanbatu, Hj Ellya Rosa Siregar membuka forum konsultasi publik terkait rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2021-2026, Kamis (14/10), di Kantor Bupati, Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat.

"Forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 ini merupakan amanat Permendagri No.86 tahun 2017 pasal 12 tentang penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah, keuangan daerah serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah," sebut Wabup Ellya Rosa.

Pada kesempatan itu, ia berharap agar rencana awal RPJMD Labuhanbatu tahun 2021-2026 tidak hanya menjadi tolak ukur dari kinerja Pemkab Labuhanbatu, tetapi harus juga menunjukan kinerja seluruh stakeholder di Kabupaten Labuhanbatu yang juga merupakan bagian dari mitra Pemkab Labuhanbatu.

“Untuk itu, saya mohon kepada peserta forum konsultasi publik ini untuk tetap mengikuti forum konsultasi publik ini dengan baik hingga selesai,” pintanya.

Demi terwujudnya masyarakat Labuhanbatu yang berkarakter, maju dan sejahtera menjadi landasan konstitusional dan operasional untuk tahun 2024, Wabup juga menyampaikan 5 misi utama dari penyusunan RPJMD tahun 2021-2026.

Lima misi utama itu, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang merakyat, bersih dan profesional, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan untuk membangun karakter SDM yang produktif dan inovatif. Kemudian, meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis potensi daerah melalui peningkatan produktivitas koperasi dan UMKM serta industri kreatif, meningkatkan kualitas infrastruktur yang berwawasan lingkungan guna percepatan pembangunan wilayah dan kawasan, serta meningkatkan rasa aman, nyaman dan penuh kekeluargaan di tengah kehidupan yang majemuk.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Labuhanbatu dr Hj Maya Hasmita SpOG menyampaikan bahwa permasalahan stunting dan angka kematian terhadap bayi baru lahir masih jadi prioritas utama program PKK Labuhanbatu.

“Untuk itu pelayanan kesehatan dan pemberian gizi yang cukup terhadap ibu hamil harus terus diperhatikan dan ditingkatkan lagi,” sebutnya.

Dia menyebut 10 program pokok PKK Labuhanbatu, yaitu penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotongroyong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

Konsultasi publik ini juga diikuti Sekda, M Yusuf Siagian, Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan, Asisten Pemerintahan Sarimpunan Ritonga, Plt Asisten Pembangunan Ikramsyaputra Nasution, Kepala Bappeda Hobol Rangkuti, Kakan Kemenag H Sarifuddin, para kepala OPD, camat dan undangan lainnya. (E5/a)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Martabe

RS Adam Malik Edukasi Puskesmas se-Kota Medan Terkait Stunting

Martabe

Komisi I DPRD Humbahas Konsultasi ke Dinkes Sumut, Soroti UHC hingga Rabies

Martabe

Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Sergai, Darma Wijaya Ajak ASN Berempati dan Perkuat Pelayanan Publik

Martabe

DWP Nias Barat Berbagi Paket Gizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Martabe

Pemkab Simalungun Review Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025

Martabe

Posyandu dan Dekranasda Nias Barat Diperkuat untuk Tekan Stunting dan Dorong Ekonomi Keluarga