Medan (harianSIB.com)
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memperkirakan cuaca di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga seminggu ke depan masih terjadi hujan sedang hingga lebat.
Fenomena itu terjadi disebabkan angin di wilayah Sumut umumnya bertiup dari arah barat laut hingga tenggara. Di mana potensi gangguan cuaca berupa di sirkulasi Eddy masih terjadi di Samudera Hindia Barat Sumatera.
"Selain itu terdapat belokan angin di wilayah Sumut khususnya wilayah lereng timur, pantai timur, lereng barat, pantai barat, dan pegunungan. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas pertumbuhan awan cukup tinggi sehingga masih memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Eridawati kepada harianSIB.com, Rabu (20/10/2021).
Suhu muka laut (SST) di sekitar wilayah Sumut masih hangat berkisar antara 29-31°C, dengan anomali +1°C-+3°C. Hal tersebut mengindikasikan adanya supply uap air yang cukup tinggi di wilayah perairan tersebut yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumut.
Selanjutnya, dipole mode indeks bernilai negatif yang artinya suplai uap air dr wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan (aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat signifikan).
Kelembapan udara di Sumut cukup tinggi memasuki dasarian III Oktober yaitu mencapai 90%. Kondisi ini cukup mendukung potensi munculnya awan-awan hujan di Sumut. Proses konveksi (pembentukan awan) skala lokal masih cukup intensif mendukung pembentukan awan-awan hujan di Sumut yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. (*)