Samosir (SIB)
Industri kreatif butuh sentuhan seni kekinian, tapi tak harus mengaburkan kearifan lokal. Justru menggali nilai-nilai budaya maka menjadi nilai keunggulan.
Demikian ditegaskan Murniati Tobing di Ecovillage Silimalumbu, Onan Runggu, Samosir, Jumat (3/12) di hadapan cendikiawan muda dari FE-USI didampingi Kaprodi Darwin Damanik.
Perempuan pekerja industri kreatif itu mengatakan, dengan kreativitasnya maka Ecovillage Desa Silimalumbu terkenal secara global hingga Raja William Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda pada 2019 menikmati keindahan di lokasi tersebut.
Ia menunjuk industri kreatif berbasis kearifan lokal di Ecovillage Desa Silimalumbu. Mulai mengolah kemiri menjadi minyak untuk kesehatan kulit, mengolah roti cinamon dan roti prancis hingga membuat minuman wine berbahan khas Danau Toba. “Artinya, kekayaan lokal harus dimaksimalkan hingga menjadi kekuatan istimewa,†tegas perempuan yang menjabat Wakil Ketua DPD Pertai NasDem tersebut.
Owner Apartemen dan Huber Hotel Medan itu mencontohkan kreativitas founder Ecovillage Silimalombu, Ratna Gultom dan Mr Thomas. “Selain berhasil mengangkat warisan berbasis kearifan lokal pun menjadikan wilayahnya sohor ke seluruh dunia,†tegas pekerja seni yang kandidat Doktor Ilmu Ekonomi FE - USU tersebut.
Darwin Damanik mengapresiasi upaya implementasi merealisir link and match hingga ilmu yang diperoleh langsung diuji coba serta langsung diterapkan. “Kreativitas harus diikuti penerapan sebagai mengasah latihan menggapai kualitas,†tutupnya. (YouTube/R10/f)