Anggota DPRD Medan Kritisi Dinas PU, Perbaikan Drainase Belum Mampu Atasi Banjir

Redaksi - Rabu, 02 Maret 2022 13:15 WIB
(f:amsal/mistar)
Jalan Rahmadsyah, Kelurahan Kotamatsum I, Kecamatan Medan Area selalu banjir akibat saluran parit tidak lancar saat hujan deras. 

Medan (SIB)

Puluhan Warga korban banjir di Jalan Bajak III, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, Minggu (27/2) malam, mengungsi Mesjid Baiturrahman. Mereka mengungsi tanpa membawa perlengkapan tidur sepertinya selimut, bantal dan lainnya.

Hal tersebut dikarenakan seluruh perabotan milik warga tidak satu pun bisa diselamatkan, saat banjir merendam rumah mereka. Endang, salah satu korban banjir yang telah mengungsi ke Mesjid Baiturrahman mengatakan, dia bersama cucunya yang masih berusia satu tahun setengah, malam itu hanya bisa menyelamatkan diri untuk mengungsi di masjid.

"Kami sekeluarga tidak bisa berbuat apa apa, karena banjir secara tiba merendam rumah dan kami langsung mengungsi ke masjid yang dekat dari rumah," ucapnya. Hal yang sama dialami Deded, banjir yang merendam rumahnya berikut perabotan dan sepeda motor mencapai 1 meter.

Sementara itu Kepala Lingkungan VII, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Muhadi mengungkapkan, sebagian warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi yakni di masjid." Ada sekitar 10 keluarga yang mengungsi ke Mesjid Baiturrahman di Kelurahan Harjosari II. Mudah-mudahan hujan reda dan air cepat surut," ungkapnya.

Sebelumnya, itensitas curah hujan yang tinggi terus mengguyur kota Medan sejak Sabtu (26/2) sampai Senin (28/2) mengakibatkan hampir 21 kecamatan di Medan terjadi banjir.

Anggota DPRD Dedy Aksari Nasution mengkritik kinerja Kadis PU Medan terkait drainase dan luapan air saat hujan turun.

Anggota Komisi 4 DPRD ini prihatin melihat luapan air yang berasal dari parit cukup besar. “Tidak tahu apa penyebabnya apakah sungai meluap atau aliran parit yang meluap akibat tidak mampu menampung debit air," ujarnya.

Dari laporan yang disampaikan warga melalui whatsapp kepada dirinya, diketahui rumah mereka yang terendam air seperti Jalan Seksama, Simpang Limun, STM, Japaris/Rahmadsyah, Laksana, Ismailiyah, Medan Area, Sukaramai, sebagian Jalan Bromo, Jalan Garu I, II, III, bahkan Jalan Sisingamangaraja turut terendam air.

Menurut Dedy, seharusnya pihak kelurahan, kecamatan dan Dinas PU melalui UPT turun langsung ke lapangan dan memetakan lokasi genangan air. "Kalau dilihat memang telah dilakukan pekerjaan perbaikan drainase namun sejauh ini belum mampu menyelesaikan genangan air hingga merendam pemukiman warga saat hujan," ucap Politisi Gerindra ini.

Terlebih lagi pengorekan drainase itu harus terkoneksi atau terhubungan satu dengan yang lainnya. Kalau hanya satu kawasan yang dikorek atau diperbaiki justru menyebabkan luapan air dari parit sehingga merendam pemukiman maupun jalan raya di Kota Medan. Iapun menaruh harapan Dinas PU serta kecamatan dan kelurahan gerak cepat (Gercep) menyelesaikan masalah genangan air ini. Artinya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution sudah secara optimal bertekad menuntaskan permasalahan genangan air agar tidak menjadi masalah saat hujan namun sepertinya belum berhasil dituntaskan oleh Dinas PU Kota Medan. (A8/f)

Sumber
: Koran SIB

Tag:

Berita Terkait

Martabe

DPRD Kota Medan Soroti Bangunan Tanpa PBG, Antonius Tumanggor Desak Penindakan

Martabe

Richard Taruli Horja Tampubolon Disambut Haru Siswa St Fransiskus, TNI AD Siap Percepat Rekonstruksi Pascabanjir

Martabe

Pemkab Tapteng Kembali Buka Posko Pengungsi GOR Pandan

Martabe

Bupati Tapteng Bantu Evakuasi Warga, BPBD Update Banjir di Tapteng

Martabe

Derita Belum Berakhir, Tapteng Kembali Dilanda Banjir

Martabe

Antisipasi LPJU Padam di Bulan Puasa, Mobil Tangga Harus Ada Tiap Kecamatan