Kisaran (SIB)- Pembangunan Jembatan Jatisari sebagai penghubung Simpang BOW dan Dusun VII Desa Jati Sari Kecamatan Tinggi Raja telah rampung dikerjakan. Kepada warga sebagai pengguna jembatan jangan ragu untuk melaluinya, meski tidak berpenopang tiang di tengah namun jembatan tersebut bisa dilalui truk bermuatan beban kurang lebih 30 ton.Demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Asahan Taswir ST ketika dikonfirmasi SIB, Kamis (30/1/2014) di gedung DPRD atas adanya kekhawatiran warga Kecamatan Tinggi Raja dan sekitarnya saat melintasi jembatan Jatisari itu. Hal ini dikarenakan, ketika warga melintas di jembatan yang dibangun dengan pagu proyek Rp 12 miliar tersebut bergoyang.“Jembatan terasa bergoyang ketika kita melintas menaiki sepeda motor secara bersamaan dengan truk colt diesel dan ini membuat kita khawatir karena seakan-akan jembatan hendak rubuh,†ujar Rosa warga Tinggi Raja kepada SIB baru-baru ini sembari minta tolong kepada SIB agar mengklarifikasi hal ini ke Pemkab Asahan dan menyampaikan harapan mereka agar jembatan lama supaya diperbaiki juga.Menanggapi ini, Kadis PU Asahan itu menerangkan bahwa Jembatan Jatisari merupakan jembatan berkonstruksi baja. Meski tidak berpenopang tiang dimtengah, jembatan sudah sangat kuat sebab rangka baja saling mengikat dan menopang pada rangkaian baja diatas jembatan.Mengenai jembatan bergoyang saat dilintasi truk colt diesel, menurut dia merupakan pertanda baik sebab hal itu berarti Bearing Ban nya bekerja. Jembatan Jatisari disamping menggunakan rangka baja juga memanfaatkan Bearing Ban yang berfungsi menahan gesekan-gesekan rangka baja jembatan.Terkait adanya permintaan warga agar jembatan lama diperbaiki, Ia mengatakan tidak mungkin dilakukan perbaikan, hal ini dikarenakan ketiadaan anggaran.“Kita mengimbau kepada warga agar memanfaatkan jembatan yang baru dan menghilangkan kekhawatiran mereka, karena jembatan dibangun melalui proses serta serta analisa teknik dari pihak berkompeten,†pungkasnya.(MS/BR4/ r)