Potongan Jalan Proses Tambal Sulam di Jalinsum Ancam Keselamatan Pengendara

Redaksi - Senin, 28 Maret 2022 15:08 WIB
Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon
MEREM MENDADAK: Truk mengerem mendadak di lokasi jalan yang sudah terpotong agar tidak terhempas ke lubang, Minggu (27/3/2022). 

Sungaikanan (harianSIB.com)

Proyek tambal sulam badan jalan berlubang di sepanjang Jalinsum Kotapinang menuju Gunung Tua, tepatnya di Desa Sabungan dan Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungaikanan, Kabuoaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), mengancam keselamatan pengendara.

Pasalnya, pemotongan lapisan aspal badan jalan yang rusak menimbulkan lubang-lubang berukuran besar dan dibiarkan dalam waktu lama. Kondisi itu menjadi jebakan bagi pengendara yang melintas, khususnya pada malam hari.

"Sudah sering pengendara terjatuh dan terjadi kecelakaan akibat terjebak ke lubang-lubang ini," kata Ponjal Siregar (52) warga Kelurahan Langgapayung, Senin (28/3/2022).

Dikatakannya, akibat badan jalan yang berlubang tersebut, tidak jarang pengendara mencuri jalur hingga mengerem mendadak untuk menghindari lubang. Menurutnya, sering terjadi kesalahpahaman antar sesama pengendara, karena saling berebut untuk melintas di badan jalan yang rata.

"Ini sangat bahaya, aku kemarin hampir jatuh akibat badan jalan yang terpotong ini," katanya.

Warga Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, Marwin (39) menuturkan, pemotongan lapisan aspal pada badan jalan yang rusak sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Namun kata dia, hingga kini belum juga dilakukan penambalan, sehingga menimbulkan kerawanan.

"Maunya cepat-cepatlah ditambal setelah aspalnya dipotong. Sementara itu penambalan yang sudah dilakukan pada sejumlah titik di Desa Mampang dan Desa Simatahari, Kecamatan Kotapinang, kondisinya tidak rata, sehingga menimbulkan gundukan-gundukan. Pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak celaka," katanya.

Di tempat berbeda Anggota DPRD Kabupaten Labusel, Bayanuddin Dalimunthe mendesak pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional II Wilayah Sumut agar menperingatkan rekanan untuk mengerjakan proyek tersebut sesuai teknis. Menurutnya, perbaikan jalan seharunya memberikan kenyamanan kepada pengendara, bukan sebaliknya.

"Jika memang rekanan tidak mampu melaksanakannya secara baik, putus saja kontraknya. Setiap tahun ruas Jalinsum Kotapinang-Gubung Tua ditambal sulam, nanun usianya tidak sampai enam bulan sudah rusak lagi," kata politisi Partai Demokrat itu.

Berdasarkan pengamatan wartawan, beberapa titik badan jalan yang mengalami kerusakan saat ini telah dilakukan proses pemotongan lapisan aspal. Bekas potongan aspal tersebut menimbulkan lubang dengan ukuran bervariasi yang tersebar mulai dari kawasan Desa Sabungan hingga Kelurahan Langgapayung, Kecamatan Sungaikan. (*)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Martabe

Tumpukan Tanah dari Pemeliharaan Jalan di Karo Ancam Keselamatan Pengendara

Martabe

Lubang Menganga di Simpang Jalan Selamat Ketaren Ancam Keselamatan Pengendara

Martabe

Proyek APBN Tano Ponggol Bernilai Rp 175 Miliar Ancam Keselamatan Pengendara

Martabe

Tak Kunjung Diperbaiki, Lubang Menganga di Pusat Kota Lotu Nisut Ancam Keselamatan Pengendara