Medan (SIB)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut siap membumikan Pancasila di Sumut. Hal itu dilakukan melalui sinergi dengan seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga ke akar rumput masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan Pemprov Sumut dan 14 kabupaten/kota di Sumut tentang membumikan Pancasila di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (1/4).
“Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri-sendiri dalam pengawalan ideologi Pancasila. Diperlukan stakeholder dan masyarakat, saya sangat mengharapkan kebersamaan untuk membumikan Pancasila di Sumut ini,†kata Edy Rahmayadi dalam sambutannya yang dibacakan Agus Tripriyono.
Disebutkan membumikan kembali Pancasila di Indonesia merupakan hal yang sangat urgen. Di tengah ancaman disintegrasi bangsa, Pancasila diharapkan dapat menjadi pemersatu bangsa.
“Banyak sekali permasalahan bangsa yang menunjukkan bahwa membumikan Pancasila masih dinilai urgen dilakukan,†katanya.
Nota kesepahaman tersebut antara lain berisi tentang upaya mendorong pengembangan kerja sama dengan jejaring dalam rangka pengamalam nilai Pancasila. Untuk dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembinaan ideologi Pancasila.
Adapun 14 kabupaten/kota yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut yaitu Deliserdang, Binjai, Batubara, Samosir, Toba, Labuhanbatu, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Karo, Medan, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Asahan. Selain itu dilakukan juga deklarasi Jejaring Panca Mandala di 14 kabupaten/kota dan 1 tingkat Provinsi.
Wakil Kepala BPIP Hariyono mengatakan, Pancasila tidak hanya milik pemerintah pusat. Pancasila milik semua rakyat Indonesia. Maka melibatkan masyarakat melalui Jejaring Panca Mandala diharapkan dapat menyentuh langsung masyarakat lain.
“Pemerintah melibatkan ruang yang besar untuk partisipasi masyarakat, ini merupakan pendekatan yang strategis untuk mengefektifkan kegiatan program pembinaan ideologi Pancasila sampai ke akar rumput,†katanya.
Menurut Hariyono Pancasila harusah dirawat terus menerus sehingga Pancasila tidak akan pernah hilang. “Pancasila itu bukan gen, bukan mikrosom yang ada secara bilogis tapi konstruksi nilai budaya,†katanya.
Sebagai informasi Sumut adalah provinsi ke delapan di Indonesia yang membentuk Jejaring Panca Mandala. Jejaring Panca Mandala merupakan wadah untuk menjalin sinergi dengan semua pemangku kepentingan yang diisi 5 unsur yaitu pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, pers dan masyarakat.
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP Prakoso mengharapkan Jejaring Panca Mandala terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Sumut. (A13/f)